MANOKWARI, SURYA ARFAK – Kerukunan antarumat beragama menjadi salah satu kekuatan Kabupaten Manokwari dalam mewujudkan pembangunan. Kebersamaan masyarakat dinilai sebagai modal sosial penting untuk menjaga stabilitas, keamanan, dan kenyamanan daerah.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan Pemkab Manokwari terus mendorong komunikasi dan kolaborasi antarumat beragama serta memperkuat toleransi dan kebersamaan. Menurutnya, pembangunan dan kerukunan harus berjalan beriringan agar Manokwari semakin maju, sejahtera, dan harmonis.
“Semangat gotong royong harus terus kita pelihara, sehingga perbedaan tidak menjadi pembatas dalam membangun Kabupaten Manokwari,” katanya dalam dialog di Berita Nasional TV, Kamis (27/8) malam.
Hermus mengatakan Manokwari memiliki sejarah religi yang kuat di Tanah Papua. Sejarah masuknya Injil melalui Ottow dan Geisler yang diantar utusan Kesultanan Ternate dan Tidore menjadi spirit untuk memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, dan kerukunan dalam keberagaman.
Untuk menjaga kondisi tersebut, Pemkab Manokwari memiliki sejumlah strategi. Salah satunya adalah memberikan keteladanan dalam membangun hubungan antarumat beragama melalui berbagai kegiatan keagamaan.
“Kita berkesempatan untuk pada hari raya Islam, misalnya Idul Fitri, saya bersama-sama dengan Bapak Wakil Bupati mendatangi umat Islam. Selain itu, setiap bulan Ramadan kita laksanakan Safari Ramadan dan buka puasa bersama yang tidak hanya diikuti pejabat beragama Islam, tetapi juga pejabat dari agama dan kepercayaan lain,” ujarnya.
Menurut Hermus, semangat toleransi tersebut sejalan dengan filosofi Rumah Kaki Seribu, rumah adat suku Arfak. Rumah yang besar dan dihuni banyak anggota keluarga itu mengajarkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam setiap kehidupan.
“Dengan filosofi ini semua masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga dan merawat keberagaman dan kerukunan di Kabupaten Manokwari,” katanya.
Pemkab Manokwari juga membentuk Satgas Kerukunan yang melibatkan tokoh lintas agama untuk merawat keberagaman. Selain itu, pemerintah terus memberikan sosialisasi dan pencerahan kepada masyarakat mengenai pentingnya toleransi dan kerukunan umat beragama.
Hermus mengatakan pembangunan infrastruktur dan pengelolaan dana Otsus yang efektif harus berjalan bersama dengan terjaganya kerukunan. Dengan kondisi daerah yang aman dan harmonis, seluruh elemen masyarakat dapat berkontribusi dalam pembangunan.
Ia bersyukur selama periode kepemimpinannya bersama Wakil Bupati H. Mugiyono, hampir tidak ada percikan atau tanda-tanda yang mengarah pada perpecahan di Manokwari. Sebaliknya, umat beragama bersama tokoh lintas agama, etnis, dan golongan terus bersatu menjaga keberagaman, toleransi, dan kerukunan di Kabupaten Manokwari. (SA01)








