MANOKWARI, SURYA ARFAK — Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani membuka Rapat Koordinasi Teknis Riset dan Inovasi Daerah serta Diseminasi SMART Brida Tahun 2025, Kamis (20/11/2025). Dalam sambutannya, Lakotani menegaskan pentingnya penguatan ekosistem riset dan inovasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Papua Barat.
Lakotani mengatakan, sejak dibentuk, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Papua Barat telah memberi kontribusi nyata melalui aktivitas riset, fasilitasi hak kekayaan intelektual (HAKI), pengukuran indeks inovasi daerah (IID) dan indeks daya saing daerah (IDSD), publikasi jurnal ilmiah Igya ser hanjop serta majalah Kasuari Inovasi, hingga pengembangan komoditas unggulan lokal.
“Riset dan inovasi telah mendukung implementasi kebijakan pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan daya saing daerah melalui peran aktif dan kolaborasi multipihak, termasuk mitra pembangunan,” ujar Lakotani.
Meski demikian, ia menilai masih banyak tantangan yang perlu dibenahi, terutama menyangkut kelembagaan, tata kelola riset, pendanaan, kemitraan riset, dan digitalisasi yang dinilai belum optimal. Menurut Lakotani, Brida dan Bapperida di tingkat provinsi maupun kabupaten harus berperan sebagai konseptor yang mampu memberikan rekomendasi kebijakan berbasis bukti.
“Inovasi dan daya saing daerah merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk meningkatkannya, diperlukan kerja keras dan kerja cerdas, termasuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di daerah,” kata Lakotani.
Ia juga menyoroti lahirnya inisiatif SMART Brida, konsep solutif yang digagas Kepala Brida Papua Barat untuk mengisi kekosongan regulasi, mempertegas komitmen pendanaan, memperkuat kemitraan, serta mendorong digitalisasi yang berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, turut diluncurkan dua agenda internasional, yakni Simposium Flora Malesiana ke-12 dan Konferensi Solusi Iklim Berbasis Alam, yang akan digelar di Manokwari pada 9–14 Februari 2026. Lakotani menyebut agenda tersebut sebagai momentum penting bagi Papua Barat untuk berkontribusi dalam pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus mempromosikan upaya menghadapi krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan masalah air bersih.
Mengakhiri sambutan, Lakotani mengajak seluruh jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten untuk berpedoman pada bukti ilmiah dan terus berinovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. (SA01)








