MANOKWARI, SURYA ARFAK – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, terus menggalakkan sosialisasi pola hidup sehat kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui perilaku hidup sehat.
Perwakilan Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Asep Adam Mutaqin, mengatakan bahwa sosialisasi ini menjadi sarana efektif untuk mengedukasi masyarakat tentang cara berperilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Untuk mewujudkan pola hidup sehat masyarakat, salah satunya melalui sosialisasi yang dilakukan bersama anggota Komisi IX DPR RI, Bapak Obet Rumbruren. Jadi sosialisasi tidak hanya melalui kegiatan Puskesmas atau sekolah, tapi melalui kegiatan anggota dewan cakupannya lebih luas, sehingga masyarakat terbiasa dan mendapatkan ilmu tentang perilaku hidup sehat,” ujar Asep, dalam sosialisasi Germas bersama anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren di Manokwari, Kamis (13/11/2025).
Ia menambahkan, sosialisasi tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui media massa dan media sosial, agar pesan-pesan kesehatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Dalam gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), terdapat tujuh poin utama yang terus disampaikan, di antaranya makan makanan bergizi, berolahraga secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan, serta satu pesan penting yang menurut Asep sering dilupakan namun sangat urgen, yaitu tidak merokok.
Asep menilai, kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat kini menunjukkan tren positif. Namun demikian, sosialisasi akan terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang menerapkan pola hidup sehat.
“Sosialisasi akan terus kami lakukan dengan audiens yang berbeda agar semua lapisan masyarakat bisa memperoleh informasi yang tepat. Dengan sosialisasi yang berkelanjutan, kesadaran masyarakat akan hidup sehat pasti semakin meningkat,” pungkasnya.
Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, menegaskan bahwa peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen bangsa.
“Kami di Komisi IX terus mendorong agar program-program kesehatan seperti Germas tidak berhenti di sosialisasi saja, tetapi benar-benar diterapkan dalam keseharian masyarakat. Pola hidup sehat harus menjadi budaya baru di tengah masyarakat kita,” ujar Obet.
Ia juga menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat sangat penting agar pesan kesehatan lebih mudah diterima dan diikuti oleh masyarakat.
“Kalau masyarakat sudah sadar untuk menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan menjauhi rokok, maka beban penyakit akan jauh berkurang. Ini juga akan membantu pemerintah dalam menekan biaya pelayanan kesehatan,” tutupnya. (SA01)








