MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, memberikan masukan terkait Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Perdasi) tentang pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP), dengan menekankan pentingnya penggunaan atribut Papua serta konsumsi pangan lokal dalam setiap kegiatan pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Hermus dalam rapat kerja para bupati bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, dalam setiap kegiatan resmi seperti rapat kerja maupun agenda pemerintahan lainnya, seluruh peserta, termasuk kepala daerah, sebaiknya menggunakan atribut khas Papua.
“Jika ada kegiatan seperti rapat kerja, maka semua bupati dan peserta menggunakan atribut Papua, termasuk mahkota,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan atribut Papua juga perlu diterapkan dalam kegiatan pendidikan hingga aktivitas pelaku usaha, sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas dan budaya lokal.
“Ini dimaksudkan agar mama-mama Papua merasa dihargai,” katanya.
Hermus menilai, langkah tersebut juga berdampak langsung pada pelaku usaha lokal, khususnya mama-mama Papua yang menjual atribut tradisional.
“Jangan sampai mereka duduk dari pagi sampai malam, tetapi barang tidak laku. Ini bagian dari menghargai mereka,” jelasnya.
Selain itu, Hermus juga mendorong agar seluruh perangkat daerah diwajibkan memanfaatkan pangan lokal dalam setiap kegiatan kedinasan, seperti rapat, sosialisasi, hingga resepsi resmi.
Menurutnya, kebijakan tersebut akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal sekaligus memperkuat identitas daerah.
“Semua perangkat daerah harus menggunakan pangan lokal dalam setiap kegiatan,” tegasnya. (SA01)








