MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, menyampaikan empat pesan penting dalam Festival PAUD Kreatif dan Gebyar HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Jumat (7/8).
Kegiatan yang diselenggarakan Bunda PAUD Kabupaten Manokwari itu mengusung tema “Mewujudkan Anak Indonesia Kreatif, Ceria, Berkarakter, dan Cinta Budaya”.
Menurut Hermus, tema tersebut mengandung makna yang sangat penting dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas.
Pesan pertama adalah membentuk anak-anak yang kreatif. Menurutnya, anak-anak harus diberikan ruang untuk bertanya, mencoba, bermain, menggambar, bernyanyi, menari, berimajinasi, dan menciptakan sesuatu.
“Kita harus memberikan ruang kepada anak-anak untuk bertanya, mencoba, bermain, menggambar, bernyanyi, menari, berimajinasi, dan menciptakan sesuatu. Jangan membatasi kreativitas anak dengan pola pendidikan yang hanya menuntut mereka untuk menghafal. PAUD harus menjadi tempat anak belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar,” ujar Hermus.
Pesan kedua adalah membentuk anak-anak yang ceria. Hermus mengatakan bahwa dunia anak merupakan dunia yang penuh dengan kegembiraan, sehingga rumah, sekolah, dan lingkungan sosial harus menjadi tempat yang aman, ramah, dan menyenangkan.
Pesan ketiga berkaitan dengan pembentukan karakter anak sejak usia dini. Menurut Hermus, kecerdasan tanpa karakter tidak akan memberikan hasil yang optimal dalam membangun generasi masa depan.
“Anak-anak kita harus sejak dini diajarkan untuk takut akan Tuhan, menghormati orang tua dan guru, berkata jujur, disiplin, bertanggung jawab, saling menolong, menghargai perbedaan, dan mencintai sesama,” katanya.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi Manokwari yang unggul, berintegritas, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Pesan keempat adalah menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah. Hermus menilai anak-anak perlu diperkenalkan sejak dini kepada bahasa daerah, cerita rakyat, lagu daerah, tarian, musik tradisional, pakaian adat, kerajinan tangan, hingga makanan khas daerah.
“Manokwari adalah rumah kita bersama bagi masyarakat yang sangat beragam. Anak-anak kita harus mengenal dan mencintai budaya daerah sejak usia dini,” ujarnya.
Menurut Hermus, pengenalan budaya sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga identitas serta memperkuat rasa cinta terhadap daerah dan bangsa. (SA01)








