MANOKWARI, SURYA ARFAK – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Manokwari mendukung penuh persiapan Kampung Meyah Indah sebagai lokasi relokasi warga dari kawasan padat penduduk di Kota Manokwari. Dukungan tersebut diwujudkan melalui program penyediaan jaringan air bersih, bantuan bahan bangunan rumah (BBR), pembangunan jalan lingkungan, dan pemasangan meteran listrik gratis.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Manokwari, Joni Towansiba, mengatakan sesuai arahan Bupati Manokwari, pihaknya bertanggung jawab menyiapkan sarana dasar di kampung tersebut, terutama air bersih.
“Air bersih kita harapkan terakomodir tahun ini. Kami sudah survei lokasi mata air, debitnya sangat baik. Ada bak penampung lama peninggalan Belanda yang pernah digunakan Unipa dan bisa dioptimalkan kembali,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Selain itu, Dinas Perumahan menyiapkan bantuan bahan bangunan rumah tipe 45 bagi 100 kepala keluarga (KK) pada tahap awal. Setiap KK akan menerima bantuan senilai Rp75 juta, sehingga total anggaran mencapai Rp7,5 miliar yang telah diprogramkan pada tahun ini.
“Mekanismenya, desain rumah disiapkan dinas. Dana disalurkan ke rekening penerima di Bank Papua, lalu dibayarkan ke toko penyedia material. Pembangunan dilakukan swakelola oleh masyarakat dengan pengawasan dinas dan konsultan,” jelasnya.
Ia menyebut, program tersebut merupakan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah menyediakan sebagian besar bahan bangunan seperti seng, semen, batako, besi, kayu, dan keramik, sementara masyarakat menyiapkan material lokal seperti pasir dan batu serta mengerjakan pembangunan rumah.
Penerima bantuan diprioritaskan bagi warga yang telah terdaftar dan bersedia direlokasi dari kawasan padat seperti Sanggeng, Wirsi, Fanindi Pantai, dan Borarsi ke Kampung Meyah Indah.
“Ini komitmen Pak Bupati untuk meningkatkan kualitas hidup warga dari kawasan padat dan kumuh agar kehidupan mereka lebih baik di lokasi baru,” katanya.

Selain perumahan, Dinas Perumahan juga menyiapkan pembangunan jalan lingkungan sepanjang 1,5 kilometer pada tahun ini dengan pola swakelola oleh masyarakat setempat. Program tersebut diharapkan sekaligus memberdayakan warga dalam proses pembangunan kampung.
Saat ini, berdasarkan data pemerintah kampung, jumlah warga yang terdaftar di Kampung Meyah Indah mencapai 738 KK dan masih berpotensi bertambah hingga lebih dari 1.000 KK. Lahan yang disiapkan untuk kampung tersebut seluas 45 hektar.
Towansiba menekankan pentingnya verifikasi data kependudukan agar warga yang direlokasi benar-benar tinggal di Kampung Meyah Indah, termasuk perubahan alamat pada KTP melalui Dinas Dukcapil.
Pada tahap awal tahun ini akan dibangun 100 rumah, sementara ratusan rumah lainnya akan diprogramkan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya. Dinas Perumahan juga menargetkan pemasangan meteran listrik gratis bagi 50 KK pada tahun ini.
Selain Dinas Perumahan, sejumlah perangkat daerah turut terlibat, antara lain Dinas PUPR yang akan membangun jalan utama akses Anggori–Meyah Indah–Petrus Kafiar. Di kawasan kampung juga direncanakan pembangunan fasilitas pendukung seperti puskesmas pembantu, sekolah, dan rumah ibadah. (SA01)








