MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari mengajak seluruh satuan pendidikan dan perguruan tinggi berperan aktif menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, rapi, dan indah melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) menjelang pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manokwari, Yan Ayomi, mengatakan dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam mendukung suksesnya Pesparawi Nasional sekaligus membangun budaya hidup bersih, sehat, tertib, dan disiplin di tengah masyarakat.
Menurutnya, sekolah dan perguruan tinggi bukan hanya pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat pembentukan karakter serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Karena itu, kami mengharapkan seluruh sekolah dan perguruan tinggi menjadi pelopor Gerakan Indonesia ASRI dalam rangka menyongsong Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Manokwari,” kata Yan Ayomi, Senin (8/6).
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Manokwari meminta seluruh kepala sekolah dan pimpinan perguruan tinggi melaksanakan kerja bakti lingkungan setiap hari Rabu dan Jumat sepanjang Juni 2026. Waktu pelaksanaan disesuaikan dengan jadwal masing-masing satuan pendidikan dan perguruan tinggi.
Kegiatan kerja bakti meliputi pembersihan lingkungan sekolah dan kampus, saluran drainase, got dan fasilitas sanitasi, penataan taman dan penghijauan, pemangkasan rumput liar, pengumpulan dan pemilahan sampah, hingga pembersihan trotoar, bahu jalan, median jalan, serta ruang publik di sekitar lingkungan pendidikan.
Selain itu, satuan pendidikan dan perguruan tinggi juga didorong melakukan penanaman pohon pelindung, tanaman hias dan tanaman produktif, serta menggelar edukasi kebersihan dan pelestarian lingkungan kepada peserta didik, mahasiswa, guru, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat sekitar.
Yan menambahkan, seluruh warga sekolah dan sivitas akademika juga diharapkan menjadi pelopor Gerakan Indonesia ASRI dengan menanamkan nilai gotong royong, disiplin, kepedulian sosial, dan cinta lingkungan sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Pemerintah juga mendorong pemasangan spanduk, baliho, umbul-umbul, dan media informasi lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.
“Kami berharap kebersihan dan keindahan lingkungan tidak hanya dilakukan menjelang Pesparawi, tetapi menjadi budaya yang berkelanjutan di lingkungan sekolah dan kampus,” ujarnya.
Untuk memastikan program berjalan efektif, Pemkab Manokwari akan melakukan pemantauan lapangan secara berkala. Kepala distrik, lurah, kepala kampung, ketua RT/RW, serta instansi pendidikan diminta memberikan dukungan dan pendampingan sesuai wilayah masing-masing.
Yan menegaskan, partisipasi aktif dunia pendidikan merupakan wujud nyata semangat gotong royong, kepedulian sosial, tanggung jawab lingkungan, serta kecintaan terhadap Kabupaten Manokwari sebagai rumah bersama.
“Melalui keterlibatan seluruh sekolah dan perguruan tinggi, kami berharap Manokwari tampil bersih, sehat, hijau, dan tertata sehingga mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026,” tandasnya. (SA01)








