AFK Manokwari Kirim Pengurus Studi Banding ke Yogyakarta, Perkuat Sistem Pembinaan dan Organisasi

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Manokwari mengirim dua pengurusnya untuk melakukan studi banding ke Asosiasi Futsal Kota (AFK) Yogyakarta. Kedua pengurus yang mendapat tugas tersebut adalah Gerson Rombe dan Ronald Adrian Mandacan.

Ketua AFK Manokwari, Ahmad Almaun, mengatakan studi banding dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas organisasi dan pembinaan futsal di Kabupaten Manokwari.

Menurutnya, AFK Yogyakarta dipilih sebagai tujuan karena dikenal sebagai salah satu asosiasi futsal terbaik di Indonesia yang memiliki sistem pembinaan, kepelatihan, dan perwasitan yang berkembang dengan baik.

“Tujuan studi banding ke AFK Yogyakarta adalah untuk melihat hal-hal yang lebih maju, baik dari sisi pembinaan usia dini, kepelatihan maupun perwasitan,” ujar Almaun saat melepas keberangkatan keduanya, Sabtu (6/6).

Ia berharap berbagai program dan pengalaman yang diperoleh selama kurang lebih lima hari studi banding dapat diterapkan di Manokwari untuk mempercepat pengembangan futsal di daerah.

“Hal-hal positif dan yang lebih maju akan kita pelajari untuk kemudian diterapkan di AFK Manokwari. Melalui studi banding ini kami berharap AFK Manokwari semakin baik dan olahraga futsal di Manokwari semakin maju dan berkembang,” katanya.

Sementara itu, Gerson Rombe menyampaikan apresiasi kepada AFK Manokwari yang telah memberikan kepercayaan kepadanya dan Ronald Adrian Mandacan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Menurutnya, Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang layak dijadikan rujukan karena perkembangan futsal yang sangat pesat serta konsistensinya melahirkan pemain, pelatih, dan perangkat pertandingan berkualitas.

“Futsal di Yogyakarta berkembang sangat baik. Banyak pemain dan pelatih futsal nasional berasal dari sana. Bahkan beberapa kali penyelenggaraan final four juga berlangsung di Yogyakarta,” ujarnya.

Ia mengatakan studi banding tersebut akan dimanfaatkan untuk mempelajari berbagai program unggulan yang dapat diterapkan di Manokwari, mulai dari pengelolaan organisasi, pembinaan usia dini, pengembangan futsal pelajar, hingga peningkatan kualitas pelatih dan wasit.

“Kalau ada program-program unggulan yang bisa kami bawa pulang, akan kami jadikan contoh dalam pengembangan futsal di Manokwari, baik dari sisi organisasi, kepelatihan maupun pembinaan usia dini dan umum,” katanya.

Gerson berharap hasil studi banding tersebut dapat menjadi bekal bagi AFK Manokwari untuk membangun sistem pembinaan yang lebih baik sehingga mampu melahirkan pemain, pelatih, dan wasit berkualitas yang dapat bersaing di tingkat daerah, regional, hingga nasional.

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan sumber daya manusia futsal yang siap bersaing, baik pemain, pelatih maupun wasit, sehingga futsal Manokwari terus berkembang ke arah yang lebih baik,” ujarnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *