MANOKWARI, SURYA ARFAK — Capaian pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Papua Barat hingga awal Oktober 2025 baru mencapai sekitar 5,25 persen dari total jumlah penduduk. Rendahnya capaian ini disebabkan masih kurangnya sosialisasi serta kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program.
Hal tersebut terungkap dalam kegiatan sosialisasi program Cek Kesehatan Gratis yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat bekerja sama dengan anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, Kamis (9/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pencapaian target pemeriksaan kesehatan masyarakat di seluruh wilayah Papua Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, menjelaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis merupakan salah satu quick wins Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mendorong masyarakat rutin memeriksakan kondisi kesehatannya.
“Awalnya program ini ditujukan bagi masyarakat yang berulang tahun, namun sejak Agustus diperluas untuk anak sekolah dan kelompok usia rentan seperti lansia dan balita,” ujar Alwan.
Berdasarkan data Dinkes Papua Barat, hingga 9 Oktober 2025 tercatat 16.719 orang telah mendaftar dan sekitar 15.000 orang telah menjalani pemeriksaan. Jumlah ini tersebar di tujuh kabupaten, yakni Manokwari (5.014 orang), Fakfak (4.227 orang), Teluk Bintuni (2.441 orang), Kaimana (1.710 orang), Teluk Wondama (1.533 orang), Manokwari Selatan (1.251 orang), dan Pegunungan Arfak (543 orang).
“Kalau dibandingkan dengan total penduduk Papua Barat yang lebih dari 500 ribu jiwa, cakupannya baru sekitar 5,25 persen. Target kami hingga akhir tahun minimal 30 hingga 40 persen warga sudah mengikuti pemeriksaan,” jelasnya.
Untuk mempercepat capaian, Dinkes Papua Barat akan menyasar sekolah-sekolah dan rumah ibadah sebagai lokasi pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis. Alwan berharap masyarakat dan lembaga keagamaan dapat berperan aktif mengajukan kegiatan pemeriksaan kesehatan di lingkungannya masing-masing.
“Kami dorong semua pihak, termasuk lintas sektor dan masyarakat umum, untuk ikut menyukseskan program ini. Sosialisasi harus lebih masif, dan kolaborasi dengan Puskesmas serta pemerintah daerah menjadi kunci agar masyarakat bisa terlayani, baik melalui aplikasi maupun secara manual,” tutupnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Papua Barat dan menegaskan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan program prioritas nasional ini.
“Program Cek Kesehatan Gratis adalah langkah awal menuju masyarakat yang sehat dan produktif. Saya berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.
Obet juga meminta Dinas Kesehatan Papua Barat untuk terus melakukan sosialisasi secara luas agar semakin banyak masyarakat yang melakukan pengecekan kesehatan ke fasilitas kesehatan.
“Gencarkan sosialisasi karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui program ini terutama masyarakat di pelosok-pelosok,” tukasnya. (SA01)








