MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari mengeluarkan himbauan resmi kepada seluruh masyarakat terkait kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem serta potensi bencana hidrometeorologi. Himbauan ini dikeluarkan menyusul hujan ekstrem yang terjadi pada 7 April 2026 di wilayah Manokwari dengan curah hujan mencapai 190,7 mm per hari.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, melalui surat imbauan Nomor 300/390 tertanggal 8 April 2026, menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko banjir, tanah longsor, serta potensi genangan di sejumlah wilayah. Kondisi ekstrem ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer berupa sirkulasi siklonik, belokan angin (shearline), serta suhu muka laut yang hangat ±29–31°C yang meningkatkan suplai uap air dan konveksi, sehingga memperbesar potensi hujan deras.
Dalam imbauannya, Bupati meminta masyarakat untuk:
1. Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
2. Menghindari aktivitas di wilayah rawan banjir dan tanah longsor.
3. Segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat lebih aman bila kondisi membahayakan.
Selain itu, setiap keluarga diminta menyiapkan kebutuhan darurat, menjaga keselamatan anggota keluarga, dan memantau informasi resmi dari pemerintah daerah. Kepala distrik, lurah, dan RT/RW juga diminta memantau kondisi wilayah secara proaktif, mengkoordinasikan evakuasi, serta memastikan kesiapan jalur evakuasi dan titik kumpul masyarakat.
Perangkat daerah, TNI/Polri, kementerian/lembaga terkait, dunia usaha, organisasi sosial, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan turut mendukung upaya mitigasi bencana dengan memperkuat koordinasi, memberikan bantuan, menjaga keamanan lingkungan, dan tidak mudah terpengaruh hoaks.
“Pemerintah Kabupaten Manokwari mengajak seluruh masyarakat menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran bersama bahwa bencana tidak dapat dihindari, namun risiko dan dampaknya dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan, kepedulian, kerja sama, dan solidaritas,” tegas Bupati Hermus Indou.
Imbauan ini disampaikan agar seluruh masyarakat dapat menanggapi potensi bencana dengan serius dan bertanggung jawab. (SA01)








