BANTEN, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, memaparkan tujuan pelaksanaan Festival Teluk Doreh dalam Dialog Kebudayaan rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Paparan tersebut disampaikan sebagai bagian dari proposal penerimaan Anugerah Kebudayaan PWI 2026.
Dalam pemaparannya, Hermus menjelaskan bahwa Festival Teluk Doreh yang telah dilaksanakan sejak 2024 hingga 2025 bertujuan memajukan kebudayaan daerah secara holistik. Festival ini dinilai sebagai platform strategis dalam pembangunan peradaban di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Manokwari.
“Festival ini juga bertujuan untuk mengatasi persoalan kemiskinan serta mendorong pembangunan berkelanjutan di daerah. Selain itu, festival ini diharapkan menjadi jembatan pertemuan antar etnis sekaligus sarana pelestarian budaya lokal,” ujar Hermus.

Menurutnya, Festival Teluk Doreh diharapkan menjadi ruang perjumpaan berbagai suku, budaya, dan agama yang hidup berdampingan di Manokwari. Kota ini dikenal sebagai miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai daerah, dari Sabang sampai Merauke.
“Kita ingin festival ini menjadi jembatan persaudaraan, tempat semua etnis mengekspresikan dan melestarikan budayanya masing-masing, sekaligus memperkuat identitas Papua sebagai tuan rumah,” katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah pusat serta para profesional penyelenggara event berskala nasional dan internasional agar kualitas festival terus meningkat.
“Kami sangat membutuhkan perhatian negara dan dukungan pihak-pihak yang berpengalaman menyelenggarakan festival kelas nasional maupun internasional. Dengan begitu, Festival Teluk Doreh tidak hanya berdampak secara budaya, tetapi juga pada ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (SA01)








