MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang tengah didorong adalah pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu, yang ditujukan untuk mengakomodir anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya yang masuk kategori miskin dan miskin ekstrem.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Bupati Manokwari, Hermus Indou, untuk menghadirkan sistem pendidikan yang lebih inklusif di daerah tersebut. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat Terpadu diharapkan menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Inisiatif pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu telah diusulkan sejak tahun 2025. Pada tahap awal, Bupati Manokwari bersama perangkat daerah terkait melakukan audiensi dengan Menteri Sosial Republik Indonesia untuk menyampaikan komitmen serta kesiapan daerah dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Menurut Hermus, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat, Pemkab Manokwari juga telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare yang telah bersertifikat dan dihibahkan secara resmi oleh pemerintah daerah. Lahan tersebut berada di Kampung Warmomi, Distrik Manokwari Selatan, yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu.

Ia mengatakan bahwa proses perencanaan teknis pembangunan juga telah berjalan bertahap. Lokasi pembangunan telah disurvei dan dikaji oleh Tim Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Manokwari bersama tim dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Prasarana Strategis di wilayah Papua Barat.
Dari hasil survei tersebut telah disusun peta topografi serta analisis kontur lahan yang selanjutnya diserahkan kepada Kementerian PUPR untuk dilakukan telaah teknis lebih lanjut. Berdasarkan kajian tersebut, pihak satker akan memberikan rekomendasi teknis kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas PU terkait tahapan pematangan lahan, termasuk pelaksanaan cut and fill sebagai bagian dari persiapan pembangunan fisik.
“Tahapan selanjutnya yang akan dilakukan adalah pelaksanaan pembersihan lahan (land clearing) oleh Dinas PU Kabupaten Manokwari guna mempersiapkan area pembangunan. Setelah itu akan dilanjutkan dengan proses groundbreaking sebagai tanda dimulainya pembangunan fisik,” katanya, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Sosial sebagai leading sector bersama Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP), Badan Perencanaan Daerah, serta instansi terkait lainnya terus melakukan koordinasi dan melengkapi berbagai dokumen pendukung pembangunan, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Pembahasan dokumen AMDAL juga melibatkan akademisi dari Universitas Papua (Unipa) untuk memastikan seluruh proses pembangunan memenuhi standar teknis, regulasi, serta prinsip keberlanjutan lingkungan.
Diketahui, pada akhir Desember 2025 pemerintah pusat telah menetapkan Kabupaten Manokwari sebagai salah satu dari tiga kabupaten/kota di Papua Barat yang dinilai telah memenuhi hampir seluruh kriteria dalam program pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manokwari, Ferdy M. Lalenoh, S.STP, mengatakan program ini merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif bagi masyarakat.
Menurutnya, Sekolah Rakyat Terpadu nantinya diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdata dalam Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN), khususnya pada Desil 1 dan Desil 2.
“Pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah di bawah arahan Bupati Manokwari untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tetap memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan yang layak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh proses yang berjalan saat ini merupakan bagian dari tahapan perencanaan pembangunan sesuai ketentuan pemerintah pusat, mulai dari kesiapan lahan, kajian teknis, pemenuhan dokumen lingkungan hingga tahapan konstruksi.
Ferdy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu di Kabupaten Manokwari, baik pemerintah pusat, instansi teknis daerah, maupun kalangan akademisi.
Pemerintah Kabupaten Manokwari berharap pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu nantinya dapat menjadi pusat pendidikan inklusif yang membuka peluang masa depan lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Manokwari. (SA01)








