Bupati Hermus Berharap Proper Enam Kepala OPD Bermanfaat dalam Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelayanan Publik

MANOKWARI, SUEYA ARFAK – Enam kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Manokwari meluncurkan proyek perubahan (Proper). Keenam kepala perangkat daerah ini merupakan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II di BKPSDM Provinsi Jawa Timur.

Enam kepala perangkat daerah ini adalah Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Manokwari, Khumaidi, dengan Propernya Zona Tuntas; Kepala BPBD Manokwari, Tajuddin, dengan Proper: Satu Respon Satu Komando; serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Joni Towansiba, dengan Satu Langkah 1000 Rumah.

Selanjutnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Manokwari, Yusak Dowansiba, dengan proper Manokwari Bisa; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Albinus Cobis, dengan Go Izin; serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB Kabupaten Manokwari, Adolfince P. Orisoe, dengan proper Lindungi Bersama Pulihkan Martabat.

Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan bahwa Proper yang diluncurkan tidak hanya rangkaian laporan tugas akhir, tapi kelahiran solusi. Inovasi yang diluncurkan adalah kewajiban konkret atas tantangan-tantangan riil yang dihadapi dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di kabupaten Manokwari.

Hermus menilai peluncuran itu memiliki makna sebagai katalisator perubahan di lingkungan pemerintah daerah. proyek-proyek perubahan ini adalah bukti bahwa demokrasi di Manokwari tidak statis, tapi mampu bergerak, beradaptasi dan berinovasi.

“Inovasi-inovasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh perangkat daerah untuk tidak takut mencoba hal-hal baru, keluar dari zona nyaman, dan terus-menerus mencari cara terbaik untuk melayani masyarakat di kabupaten Manokwari,” ujarnya.

Kedua, Hermus melihat momen peluncuran itu sebagai investasi kepemimpinan masa depan. Para peserta PKN tingkat II yang meluncurkan proyek perubahan adalah aset terbaik daerah.

Hermus lalu mengingatkan bahwa peluncuran proyek perubahan bukanlah garis finish, melainkan awal. Tugas selanjutnya adalah memastikan semua proyek perubahan ini diimplementasikan secara berkelanjutan dan bisa berdampak serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Plt Sekda Manokwari, Yan Ayomi, berharap proyek perubahan bukan hanya ide di atas kertas, tapi dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas ke depan.

“Sebab semakin banyak kita berinovasi, maka semakin baik upaya menciptakan pelayanan publik kepada masyarakat,” tukasnya.

Turut hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, dan ASN Pemkab Manokwari. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *