MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari menetapkan tujuh fokus pembangunan daerah yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2027 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Manokwari 2025–2029.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Manokwari, Yan Ayomi, saat mewakili Bupati Manokwari, Hermus Indou, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Distrik Kluster Warmare, Prafi, Aimasi, dan Mokwam, Selasa (10/3/2026).
Yan Ayomi menjelaskan, RPJM Kabupaten Manokwari 2025–2029 mengusung tema “Mewujudkan Kabupaten Manokwari yang Berperadaban, Mandiri dan Sejahtera Dalam Bingkai Otonomi Khusus Papua dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
Sementara untuk tahun anggaran 2027, tema pembangunan yang diangkat adalah “Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Infrastruktur dan Konektivitas Wilayah secara Merata.”

Ia mengatakan, fokus pembangunan daerah pada tahun 2027 diarahkan pada tujuh sektor utama, yakni pembangunan infrastruktur strategis perkotaan untuk mendukung Manokwari sebagai ibu kota provinsi sekaligus kota peradaban di Tanah Papua, pembangunan dan revitalisasi infrastruktur dasar permukiman, serta peningkatan konektivitas antarwilayah.
Selain itu, pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan, peningkatan ketahanan pangan baik nabati maupun hewani, peningkatan sarana distribusi perekonomian masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Mengacu pada fokus pembangunan tersebut, Yan Ayomi mengharapkan seluruh peserta Musrenbang, baik perwakilan kampung, pemangku kepentingan, maupun anggota dewan dari daerah pemilihan Warmare, Mokwam, Prafi, dan Aimasi, dapat bersama-sama menentukan program prioritas yang akan diusulkan ke pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pemerintah pusat sesuai dengan kewenangannya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap usulan yang disampaikan dalam Musrenbang harus dilengkapi dengan lokasi serta target volume yang jelas, seperti panjang, luasan, maupun jumlah unit, karena seluruh usulan akan diinput ke dalam aplikasi E-Monev berbasis web.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Manokwari juga mengingatkan pimpinan OPD, kepala distrik, lurah, dan kepala kampung agar mengoptimalkan perencanaan anggaran pembangunan secara efisien, efektif, transparan, dan akuntabel sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia juga meminta anggota DPRK Manokwari untuk mencermati setiap usulan yang disampaikan dalam Musrenbang agar dapat disinkronkan dengan hasil reses, sehingga aspirasi masyarakat dapat sejalan dengan pencapaian RPJM Kabupaten Manokwari 2025–2029.
Selain itu, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan dukungan, masukan, serta pengawalan terhadap proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan perayaan Paskah 2026, Yan Ayomi juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi antarumat beragama serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif di Kabupaten Manokwari, khususnya di distrik Warmare, Mokwam, Prafi, dan Aimasi. (SA01)








