MANOKWARI, SURYA ARFAK — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Papua Barat terus menggencarkan edukasi program Keluarga Berencana (KB) kepada masyarakat di berbagai daerah. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengatur kehamilan dan kelahiran agar tercipta keluarga yang sehat dan sejahtera.
Sekretaris BKKBN Perwakilan Papua Barat, Yahya Rumbino, mengatakan bahwa pihaknya saat ini lebih menekankan pendekatan edukatif agar masyarakat memahami manfaat ber-KB, sekaligus meluruskan anggapan keliru yang masih banyak berkembang di masyarakat.
“Awalnya banyak masyarakat menolak karena mengira KB itu melarang kehamilan. Kami sampaikan bahwa KB bukan melarang, tapi mengatur supaya kehamilan dan kelahiran lebih sehat, agar ibu dan anak tetap sehat,” jelas Yahya, dalam sosialisasi program Bangga Kencana bersama anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, di Manokwari, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, edukasi dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan sosialisasi salah satunya bersama Komisi IX DPR RI dan petugas lapangan KB di berbagai kabupaten. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan penjelasan tentang berbagai pilihan alat kontrasepsi, manfaatnya, serta pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
“Masih ada masyarakat yang ragu karena khawatir efek samping. Karena itu kami sampaikan bahwa setiap efek samping bisa ditangani jika dikonsultasikan dengan petugas di fasilitas kesehatan. Jangan berhenti sendiri tanpa arahan tenaga medis,” ujarnya.

Yahya menambahkan, BKKBN terus berupaya membangun kesadaran masyarakat bahwa keberhasilan program KB bukan hanya soal jumlah peserta, tetapi juga soal pemahaman dan perubahan perilaku menuju keluarga sehat dan berkualitas.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, yang hadir dalam kegiatan sosialisasi di Manokwari, menyampaikan dukungannya terhadap upaya BKKBN memperkuat edukasi masyarakat tentang program KB.
“Program KB ini jangan dipahami sebagai upaya membatasi jumlah anak. Tujuannya adalah mengatur agar setiap kehamilan direncanakan dengan baik, sehingga ibu dan anak sehat. Kalau keluarga sehat, maka masyarakat dan daerah juga akan kuat,” ujar Obet.
Ia menilai langkah BKKBN Papua Barat dalam memperluas sosialisasi dan pendekatan edukatif sudah tepat, terutama di daerah-daerah yang masih memiliki kesalahpahaman terhadap program KB.
“Kami di Komisi IX DPR RI mendukung penuh kegiatan edukasi seperti ini. Masyarakat perlu tahu bahwa program KB adalah bagian dari upaya membangun keluarga bahagia, sejahtera, dan berdaya,” tambahnya.

Obet juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif mendukung program pemerintah di bidang kesehatan keluarga dan kependudukan.
“Gerakan ini tidak bisa hanya dari pemerintah, tapi juga dari kesadaran masyarakat. Kalau keluarga di Papua Barat kuat dan sehat, maka masa depan generasi kita juga lebih baik,” tegasnya.
Melalui pendekatan edukatif dan kolaborasi dengan DPR RI, BKKBN Papua Barat berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga, sehingga dapat mewujudkan keluarga yang sehat, bahagia, dan berketahanan di Tanah Papua. (SA01)








