MANOKWARI, SURYA ARFAK — BKKBN Perwakilan Papua Barat bersama anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, melaksanakan sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) kepada para guru dan pelajar SMK Negeri 2 Manokwari, Selasa (9/12/2025).
Dalam pemaparannya, Wiji dari BKKBN Papua Barat mengungkapkan bahwa Papua Barat masih menghadapi tantangan serius terkait kesehatan ibu dan bayi. Ia menyebutkan angka kematian ibu mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup, sementara angka kematian bayi berada pada 16,85 per 10.000 kelahiran hidup.
Menurutnya, akar masalah kematian ibu dan bayi dapat terjadi sejak masa pra-kehamilan, kehamilan, persalinan, hingga pasca-persalinan. Wiji menjelaskan bahwa tingginya risiko kesehatan tersebut banyak dipengaruhi faktor 4 Terlalu (terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kehamilan, dan terlalu banyak anak) serta 3 Terlambat (terlambat mengambil keputusan, terlambat tiba di fasilitas kesehatan, dan terlambat mendapatkan penanganan medis).
Ia menegaskan bahwa penggunaan alat kontrasepsi atau program keluarga berencana dapat membantu mencegah kehamilan berisiko serta menurunkan kemungkinan penularan penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS.
Menanggapi paparan tersebut, Obet Rumbruren menekankan bahwa edukasi berkelanjutan bagi remaja sangat penting untuk menekan tingginya angka kematian ibu dan bayi di Papua Barat.
“Materi yang disampaikan BKKBN sangat relevan dengan kondisi kita saat ini. Remaja harus dibekali pengetahuan yang benar mengenai kesehatan reproduksi agar mereka mampu membuat keputusan yang bertanggung jawab sejak dini,” ujar Obet.
Obet juga menambahkan bahwa Komisi IX DPR RI berkomitmen mendukung penguatan program Bangga Kencana di daerah. “Upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi tidak bisa hanya bertumpu pada fasilitas kesehatan. Edukasi di sekolah-sekolah seperti ini sangat penting agar generasi muda memahami risiko dan mampu mencegahnya,” katanya.
Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para pelajar tentang pentingnya kesehatan reproduksi serta peran keluarga berencana dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas. (SA01)








