MANOKWARI, SURYA ARFAK – Badan Gizi Nasional (BGN) mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi memastikan manfaatnya benar-benar diterima oleh anak-anak yang menjadi sasaran utama.
Ajakan tersebut disampaikan Perwakilan BGN, Gusty Yudha, dalam Sosialisasi MBG bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, Sabtu (15/11/2025) di Manokwari.
Gusty menjelaskan bahwa MBG merupakan program strategis pemerintah untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 dengan meningkatkan status gizi anak sejak usia dini. Program ini dilatarbelakangi tingginya angka stunting yang cenderung stagnan, masalah gizi dan anemia pada anak, ketimpangan akses pangan bergizi, serta kemiskinan.
“Sasaran MBG adalah peserta didik mulai dari TK, PAUD, SD, SMP hingga SMA, baik negeri maupun swasta. Karena itu mari kita semua ikut mengawasi, karena yang menerima manfaat program ini adalah anak-anak kita sendiri. Jika ditemukan hal-hal negatif dalam penyaluran MBG, segera dilaporkan,” tegas Gusty.
Ia juga mengingatkan pentingnya standar keamanan pangan. Makanan harus dikonsumsi maksimal empat jam setelah dimasak untuk mencegah perkembangan bakteri berbahaya.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi masyarakat dan sekolah. Ia menyebut pengawasan bersama sangat penting agar program benar-benar memberikan dampak kesehatan yang signifikan bagi anak-anak Papua Barat.
“Program MBG ini menyentuh langsung kebutuhan dasar anak. Karena itu kita tidak boleh main-main. Orang tua, sekolah, dan masyarakat harus ikut mengawasi agar makanan yang disediakan benar-benar layak, aman, dan sampai kepada anak-anak tepat waktu,” ujar Obet.
Ia juga menekankan bahwa MBG adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM Papua Barat.
“Kita ingin anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Jika gizi mereka terjamin sejak dini, maka masa depan Papua Barat juga terjamin. Saya berharap semua pihak menjaga program ini dengan baik, tanpa ada penyimpangan,” tambahnya.
Program MBG diharapkan mampu meningkatkan status gizi anak, menekan angka stunting, serta memperkuat fondasi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. (SA01)








