MANOKWARI, SURYA ARFAK – Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Obet saat menghadiri sosialisasi program MBG di Molas Cafe, Reremi Puncak, Manokwari, Sabtu (9/5), bersama Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Manokwari, Dianto Pongtengko, dan ratusan peserta.
Menurut Obet, program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Namun, pelaksanaannya harus dibarengi dengan integritas para pengelola di lapangan.
“Program ini perlu didukung penuh, tetapi harus diawasi secara ketat. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti masih adanya pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai lebih berorientasi pada keuntungan dibandingkan pelayanan kepada masyarakat.
“Program ini membutuhkan pengelola yang memiliki jiwa sosial dan tanggung jawab. Bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan makanan bergizi yang layak,” ujarnya.
Selain itu, Obet mengingatkan pentingnya menjaga standar keamanan pangan dalam setiap proses pelaksanaan program, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan.
“Komposisi gizi harus diperhatikan dan diawasi secara rutin. Bahan makanan juga harus disimpan dengan baik agar kualitasnya tetap terjaga dan aman dikonsumsi,” tambahnya.
Obet menegaskan, DPR RI melalui Komisi IX akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap program MBG, termasuk dalam hal penggunaan anggaran dan pelaksanaan di lapangan.
“Pengawasan akan terus kami lakukan agar program ini berjalan sesuai tujuan dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Program MBG diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam memutus rantai masalah gizi serta menciptakan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan produktif di masa depan. (***/SA01)








