Manokwari, SURYA ARFAK – Ketua Milenial DOAMU Papua Barat, Renold Mapahai, membantah pernyataan Wakil Ketua Tim Koalisi Partai Pengusng DOAMU, Aloysius Siep, terkait aksi Pemuda Dominggus Mandacan (PDM).
Menurut Renold, aksi tersebut merupakan spontanitas dan tidak ditunggangi kepentingan apapun.
“Abang Aloysius Siep adalah senior kami. Tapi kurang tepat apa yang disampaikan karena aksi kemarin sebagai spontanitas sebagai pemuda-pemuda intelektual yang selama ini berada di belakang Bapak DM pada pilkada kemarin,” katanya, Jumat (28/3/2025).
Menurutnya, aksi PDM murni spontanitas dan tidak ditunggangi oleh kepentingan apapun.
“Itu murni spontanitas sebagai bentuk pengawasan terhadap pemerintah, pengawasan terhadap apa yang dilakukan oleh Sekda Papua Barat,” katanya.
Renold mengatakan, dalam mengambil kebijakan, Sekda harus berkoordinasi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat.
Dia menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan pembagian karena mereka yang menerima adalah bagian dari masyarakat Papua Barat.
“Namun yang kami tekankan adalah setiap hal yang menjadi kebijakan harus dilaporkan kepada gubernur. Itu bentuk menghargai seorang pemimpin. Jangan mengatur sesuatu tanpa koordinasi,” sebutnya.
Dikatakannya bahwa pernyataan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, bahwa dirinya mengetahui pembagian hibah dan bansos melalui media massa menimbulkan pertanyaan.
“Kalau gubernur sudah menyampaikan pernyataan seperti itu berarti ada tanda tanya. Itu yang menjadi perhatian kami. Supaya sekda harus berkoordinasi segala kebijakan dengan gubernur dan wakil gubernur,” tegasnya.
Selain itu, lanjut Renold, pihaknya juga punya hak untuk bersuara selama tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku.
“Jadi wajar kami menyampaikan apa yang menjadi atensi kami. Kalau hal kecil saja sekda tidak menyampaikan terkait hal-hal yang menjadi kebijakan berarti ada hal-hal besar Pak Sekda juga tidak menghargai gubernur. Dalam hal ini kita tidak mendesak tapi memberikan masukan supaya menjadi perhatian juga oleh Pak Dominggus dan Pak Lakotani,” tandasnya. (SA01)








