API Papua Barat Gelar Natal Bersama Janda, Lansia, dan Yatim Piatu

MANOKWARI, SURYA ARFAK — Perayaan Natal Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Dewan Perwakilan Daerah Papua Barat berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Manokwari, Selasa (30/12/2026). Perayaan ini melibatkan mama-mama lansia, para janda, dan anak-anak yatim piatu, sehingga suasana Natal terasa menyentuh dan penuh kekeluargaan.

Dengan mengusung tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga”, ibadah Natal menjadi momentum refleksi iman dan penguatan kepedulian antarsesama. Kehadiran para lansia dan anak-anak menunjukkan bahwa Natal bukan sekadar seremoni, tetapi wujud kasih nyata yang menguatkan keluarga dan menumbuhkan harapan.

Dalam momen tersebut, Pemerintah Kabupaten Manokwari turut berbagi kasih melalui penyaluran sembako dan beras sebanyak 1,25 ton. Bantuan itu diperuntukkan bagi mama-mama lansia, para janda, dan anak-anak yatim piatu, sebagai bentuk perhatian agar sukacita Natal dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat yang membutuhkan.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manokwari, Ferdy M. Lalenoh, S.STP, mewakili pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arahan dan komitmen Bupati Manokwari, Hermus Indou, S.IP., M.H., untuk memastikan pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat.

“Momentum Natal mengingatkan kita akan pentingnya kepedulian dan kebersamaan. Melalui penyerahan ini, pemerintah berharap dapat meringankan beban mama-mama lansia, para janda, dan anak-anak yatim piatu, serta menghadirkan sukacita Natal di tengah keluarga,” ujar Ferdy.

Sementara itu, dalam refleksi Firman Tuhan, Ev. Febelina Indou, selaku Ketua VI Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPP API, menegaskan pentingnya memberikan persembahan terbaik bagi Sang Raja yang hadir untuk menyelamatkan keluarga. Ia menjelaskan bahwa Natal tahun ini dikemas secara lebih dekat dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Perayaan Natal API Papua Barat ini menjadi bukti sinergi antara gereja dan pemerintah daerah dalam meneguhkan makna Natal sebagai perayaan iman yang diwujudkan melalui tindakan nyata, kasih, dan kebersamaan. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *