Semua SMP di Manokwari Ikuti Festival Bahasa Hatam dan Pentas Seni 2025

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Sebanyak 470 peserta dari semua SMP di Kabupaten Manokwari mengikuti kegiatan Pembinaan Minat, Bakat, dan Kreativitas Siswa; Festival Bahasa Hatam; serta Pameran dan Pentas Seni yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Sabtu (15/11/2025).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Pardjiyanti, mewakili Bupati Manokwari, Hermus Indou.

Dalam sambutannya, Pardjiyanti menegaskan bahwa Festival Bahasa Hatam merupakan wujud nyata pelestarian kekayaan budaya daerah, khususnya bahasa Hatam. Ia menilai bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas dan jati diri komunitas yang harus terus dijaga.

“Bahasa adalah identitas, jati diri, dan sarana komunikasi yang memperkuat keberadaan suatu komunitas. Melestarikan bahasa daerah sama artinya dengan menjaga eksistensi dan kekayaan budaya kita,” ujarnya.

Pardjiyanti menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, festival ini bukan hanya ajang merayakan keindahan bahasa dan budaya Hatam, tetapi juga momentum untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

Selain Festival Bahasa Hatam, kegiatan pentas seni disebutnya sebagai langkah strategis membangun generasi muda yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Sementara pameran pendidikan dinilai relevan dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan zaman.

“Kebudayaan dan pendidikan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Melalui acara seperti ini, kita mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam proses pendidikan sehingga generasi muda tidak melupakan akar dan identitas mereka,” kata Pardjiyanti.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk terus mencintai, menjaga, dan mengembangkan budaya lokal.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya lokal, serta menghasilkan peserta didik yang kreatif, berkarakter, dan memiliki apresiasi terhadap seni budaya,” tutupnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *