Manokwari, SURYA ARFAK – Gubernur Papua Barat, Drs.Dominggus Mandacan, M.Si, membuka Rapat Kerja Luar Biasa Persekutuan Gereja-gereja Papua (PGGP) Provinsi Papua Barat, Jumat (28/3/2025).
Pada kesempatan tersebut, Dominggus mengajak para peserta Rapat Kerja Luar Biasa PGGP Papua Barat untuk terus berkolaborasi menciptakan program-program yang dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Papua Barat.
“Marilah kita bersama-sama mengedepankan semangat kebersamaan dan saling mendukung dalam kerja-kerja melayani,” katanya.
Menurut Dominggus, setiap organisasi yang ada memiliki peranan penting dalam mewujudkan visi untuk melayani dengan penuh integritas.
“Mari kita berkomitmen untuk menjadi teladan dalam setiap tindakan baik dalam gereja maupun di luar agar kehadiran kita memberikan dampak yang positif bagi semua orang,” tukas Dominggus.
Ketua PGGP Papua Barat, Pdt. Daniel Sukan, M.Th, mengatakan Rapat Kerja Luar Biasa PGGP merupakan forum strategis untuk membahas, merencanakan, dan menetapkan serta merumuskan rancangan program kerja PGGP 5 tahun ke depan.
“Sesungguhnya program kerja 5 tahun sudah dibahas dan ditetapkan dalam Konferensi III PGGP pada Maret 2024 lalu. Namun program-program pelayanan yang sudah ditetapkan tersebut belum dapat dilaksanakan karena AD/ART PGGP belum disahkan dalam konferensi III,” ungkapnya.

Oleh karena itu, menurut Sukan, konferensi III memberikan amanat kepada pengurus PGGP terpilih dalam waktu singkat mempersiapkan sebuah forum untuk menetapkan AD/ART dimaksud.
“Itulah sebabnya PGGP telah memilih dan menetapkan tim perumus untuk bekerja kurang lebih 1 tahun menyiapkan draf amandemen AD/ART PGGP yang hari ini diharapkan dapat ditetapkan,” ujarnya.
Dengan demikian, kata Sukan, menjadi landasan hukum organisasi untuk melaksanakan semua program pelayanan 5 tahun ke depan.
“Program-program yang dibahas hari ini akan disusun dalam dokumen pelayanan yang dapat dikerjakan di dalam pelayanan 4 atau 5 tahun ke depan,” pungkasnya.
Ketua Panitia Rapat Kerja Luas Biasa PGGP Papua Barat, Dr. Abraham Yumte, mengatakan rapat kerja luar biasa dilaksanakan untuk memperbaiki dan menetapkan AD/ART untuk menjadi landasan hukum PGGP periode 2024-2029 sebagai acuan dalam menyusun program kerja jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
“Peserta rapat kerja ini sebanyak 150 orang terdiri dari pengurus PGGP provinsi dan kabupaten,” tukasnya. (SA01)








