MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari di bawah kepemimpinan Hermus Indou dan H. Mugiyono terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. Langkah ini dinilai penting karena Manokwari memiliki beban ganda sebagai ibu kota kabupaten sekaligus ibu kota Provinsi Papua Barat.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan infrastruktur merupakan fondasi utama yang dapat mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Karena itu, Pemkab Manokwari membagi pembangunan infrastruktur ke dalam 10 segmen untuk memastikan kebutuhan daerah dapat dipenuhi secara bertahap.
Salah satu fokusnya adalah infrastruktur strategis ibu kota provinsi, termasuk pengembangan Bandara Rendani dengan perpanjangan landasan pacu hingga 3.000 meter serta pembangunan terminal yang representatif. Pengembangan tersebut diharapkan memungkinkan pesawat berbadan lebar mendarat dan mendorong masuknya investasi ke Manokwari.
Pemkab Manokwari juga mendorong peningkatan kapasitas pelabuhan agar Manokwari dapat menjadi hub logistik Papua Barat. Dengan demikian, distribusi barang dan jasa dari luar maupun dalam daerah dapat berlangsung lebih efektif.
Di sektor perdagangan, pemerintah mendorong pengembangan pasar sebagai pusat perdagangan regional. Manokwari memiliki Pasar Sentral Sanggeng dan Pasar Raya/Induk Wosi. Pembangunan tahap I Pasar Sentral Sanggeng telah selesai dan beroperasi, sementara pembangunan tahap II Pasar Raya/Induk Wosi terus didorong sebagai pasar regional dan pasar pengendali inflasi Papua Barat.
“Pasar Raya/Induk Wosi sebagai pasar inflasi dan pasar regional di Papua Barat bisa dipercepat untuk diselesaikan,” kata Hermus dalam dialog di Berita Nasional TV, Kamis (27/8) malam.
Pada sektor olahraga, Pemkab Manokwari mendorong pembangunan Gelora Prabowo atau Manokwari International Sport Center (MISC) Prabowo. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadikan Manokwari sebagai pusat olahraga di kawasan Indonesia Timur sekaligus membuka peluang menjadi tuan rumah PON maupun kegiatan olahraga berskala nasional dan internasional.
Untuk infrastruktur dasar, pembangunan jalan dan jembatan diarahkan untuk memperkuat konektivitas antardistrik dan antarkampung. Dengan 14 distrik dan 164 kampung, pemerintah menargetkan seluruh kampung dapat terhubung dengan distrik dan seluruh distrik terhubung dengan ibu kota kabupaten.
Pemkab juga menginventarisasi ruas jalan strategis yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan pusat untuk kemudian didorong pembangunannya melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat dan pemerintah pusat.
Selain infrastruktur dasar, Pemkab Manokwari memperkuat infrastruktur sosial, khususnya pendidikan dan kesehatan. RSUD Manokwari didorong menjadi hub kesehatan regional Papua Barat sehingga mampu menjalankan fungsi rujukan dan menangani kebutuhan kesehatan masyarakat dari daerah sekitar.
Di bidang pendidikan, pemerintah memanfaatkan program pemerintah pusat untuk merevitalisasi sarana pendidikan. Tahun ini, lebih dari 100 sekolah di Kabupaten Manokwari mendapatkan program renovasi atau revitalisasi yang diharapkan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hermus menambahkan, berbagai pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Menurutnya, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Manokwari yang mencapai sekitar 75 dan menjadi yang tertinggi di Papua Barat harus terus dipertahankan melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. (SA01)








