Dari Wasirawi, Mama-Mama Papua Berkarya: Dekranasda Manokwari Dorong Kerajinan Rumput Vetiver Naik Kelas

MANOKWARI, SURYA ARFAK — Ketua Dekranasda Kabupaten Manokwari sekaligus Ketua TP-PKK Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, bersama jajaran pengurus Dekranasda dan organisasi mitra melakukan kunjungan ke Kampung Aurmios, Distrik Wasirawi, untuk melihat langsung aktivitas dan hasil kerajinan mama-mama Papua yang memanfaatkan rumput vetiver sebagai bahan dasar.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Dekranasda dan TP-PKK Kabupaten Manokwari dalam mendorong pemberdayaan perempuan, pengembangan ekonomi kreatif, serta penguatan potensi usaha masyarakat berbasis sumber daya lokal.

Para perajin yang dikunjungi merupakan bagian dari Yayasan Arfak Aromatic yang mengembangkan rumput vetiver menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi.

Produk yang dihasilkan dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas, inovasi desain, pengemasan, hingga perluasan akses pemasaran.

Dalam kunjungan itu, Febelina berdialog langsung dengan mama-mama perajin, melihat hasil karya yang telah dihasilkan, sekaligus mendengarkan berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi dalam mengembangkan usaha.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat, Dekranasda Kabupaten Manokwari turut memberikan bantuan modal usaha kepada para perajin yang tergabung dalam Yayasan Arfak Aromatic.

Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat produksi, pengadaan bahan baku, meningkatkan kualitas produk, serta mengembangkan usaha agar semakin mandiri dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus Dekranasda dan TP-PKK Kabupaten Manokwari, Ketua GOW Kabupaten Manokwari Nurhaya Jafar Mugiyono, Ketua Adhyaksa Dharmakarini, serta jajaran Bhayangkari Polresta Manokwari.

Kehadiran organisasi mitra tersebut menjadi bagian dari semangat kolaborasi dalam memperkuat pemberdayaan perempuan sekaligus membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi di wilayahnya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, mengatakan kerajinan berbahan rumput vetiver bukan sekadar produk kerajinan, tetapi menjadi bukti bahwa masyarakat kampung memiliki kreativitas, keterampilan, dan potensi ekonomi yang besar.

“Saya ingin mama-mama terus berkarya. Jangan pernah merasa bahwa apa yang kita buat di kampung itu kecil atau sederhana. Dari tangan mama-mama inilah kita bisa menghasilkan karya yang punya nilai, punya identitas, dan bisa dikenal lebih luas,” ujarnya.

Ia menegaskan, Dekranasda dan TP-PKK Kabupaten Manokwari akan terus mendorong dan mendampingi para perajin agar semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha.

“Kami datang bukan hanya untuk melihat hasil karya mama-mama. Kami datang untuk mendengar, melihat apa yang menjadi kebutuhan, dan berjalan bersama. Karena pemberdayaan itu bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi bagaimana kita memastikan mama-mama bisa terus berkembang dan menjadi mandiri,” tuturnya.

Menurutnya, setiap karya yang lahir dari tangan mama-mama Papua memiliki cerita dan identitas lokal yang kuat. Karena itu, para perajin didorong untuk terus berinovasi, menjaga kualitas, dan berani membawa produk lokal ke pasar yang lebih luas.

“Jangan berhenti di sini. Terus berinovasi, jaga kualitas, dan buat karya yang semakin baik. Kita ingin suatu saat nanti ketika orang melihat produk ini, mereka langsung tahu bahwa ini adalah karya mama-mama Papua dari Manokwari,” katanya.

Ia juga menilai pemberdayaan perempuan memiliki hubungan erat dengan penguatan ekonomi keluarga.

“Kalau mama-mama berdaya, keluarga akan kuat. Kalau keluarga kuat, masyarakat akan kuat. Dan kalau masyarakat kuat, maka Manokwari akan semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” ungkapnya.

Febelina berharap kolaborasi antara Dekranasda, TP-PKK, organisasi mitra, Yayasan Arfak Aromatic, dan para perajin terus diperkuat.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan, tetapi harus dilanjutkan melalui pendampingan, peningkatan keterampilan, inovasi produk, penguatan kemasan, hingga perluasan akses pemasaran.

“Mari kita bangun dari kampung. Mari kita angkat karya mama-mama Papua. Karena dari tangan mereka, ada kreativitas, ada harapan, dan ada masa depan bagi keluarga serta daerah kita,” pungkasnya.

Kunjungan ke Kampung Aurmios menjadi gambaran bahwa potensi lokal yang dikelola dengan kreativitas dan dukungan yang tepat dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Dari rumput vetiver yang sederhana, lahir karya yang membawa identitas Papua. Dari tangan mama-mama di Aurmios, tumbuh semangat untuk membangun kemandirian keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Melalui semangat “Manokwari untuk Semua, Semua untuk Manokwari”, Dekranasda dan TP-PKK Kabupaten Manokwari berkomitmen terus hadir bersama masyarakat, mengangkat potensi lokal, serta mendorong lahirnya pelaku usaha perempuan yang semakin berdaya, mandiri, dan sejahtera. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *