MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari siap memediasi penyelesaian sengketa lahan yang menjadi lokasi Asrama Mahasiswa Fakfak di Kabupaten Manokwari. Namun, pemerintah daerah menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh dikeluarkan dari asrama selama proses penyelesaian masalah berlangsung.
Penegasan itu disampaikan Bupati Manokwari, Hermus Indou, saat memimpin pertemuan dengan pemilik hak ulayat dan pihak Fulica di ruang rapat bupati, Kamis (30/7).
“Mahasiswa harus tetap di situ, tidak boleh usir mereka karena mereka juga korban,” tegas Hermus.
Menurut Hermus, mahasiswa tidak boleh menjadi pihak yang dirugikan dalam persoalan tersebut. Karena itu, ia meminta pemilik hak ulayat untuk tidak lagi mempersoalkan lahan tersebut dengan Pemerintah Kabupaten Fakfak.
“Pemkab Fakfak juga korban. Pemilik hak ulayat tidak lagi berurusan dengan Pemkab Fakfak karena mereka tidak ada urusan di situ,” katanya.
Hermus menjelaskan bahwa persoalan yang harus diselesaikan adalah antara pemilik hak ulayat dan pihak Fulica. Pasalnya, pihak Fulica telah mengantongi sertifikat tanah, sementara pemilik hak ulayat menyatakan lahan tersebut belum pernah diperjualbelikan.
Oleh sebab itu, Hermus kembali meminta agar mahasiswa tetap dapat tinggal di asrama sampai persoalan tersebut memperoleh penyelesaian.
Permintaan itu disetujui oleh para pemilik hak ulayat yang menyatakan kesediaannya untuk mengikuti proses mediasi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Manokwari.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Manokwari akan menggelar pertemuan lanjutan yang melibatkan pemilik hak ulayat, pihak Fulica, serta utusan Pemerintah Kabupaten Fakfak dengan pemerintah daerah bertindak sebagai mediator.
Dalam pertemuan tersebut, Hermus didampingi Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Manokwari Jeffry Sahuburua, Tenaga Ahli Bupati Bidang Hukum Jimmy Ell, Plt Kepala Dinas Sosial Ferdy Lalenoh, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Manokwari, serta Kepala Bagian Hukum dan Kepala Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Manokwari.
Sementara itu, pihak Fulica hanya diwakili oleh perwakilan perusahaan karena pimpinan perusahaan, Julius Lois, dilaporkan sedang berada di luar daerah. (SA01)








