Aswandi: Sipades 3.0 Cegah Klaim Aset Kampung sebagai Milik Pribadi

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Sebanyak 164 operator kampung di Kabupaten Manokwari mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Aset Kampung Berbasis Digital melalui aplikasi Sipades versi 3.0 yang berlangsung pada 15-17 Juli 2026.

Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Manokwari ingin mewujudkan pengelolaan aset kampung yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Manokwari, Aswandi, mengatakan bimtek tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kelembagaan pemerintahan kampung, khususnya dalam penataan administrasi aset.

Menurutnya, seluruh aset yang dibeli menggunakan dana negara harus tercatat dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan kepemilikan di kemudian hari.

“Ke depan seluruh pembelanjaan yang berupa aset akan kita inventarisasi, sehingga tidak ada lagi yang mengaku itu barang miliknya, padahal merupakan aset pemerintah kampung. Apalagi pembeliannya menggunakan dana yang berasal dari negara,” katanya.

Aswandi berharap penggunaan aplikasi Sipades versi 3.0 dapat membantu pemerintah kampung melakukan pencatatan dan pengelolaan aset secara lebih tertib sehingga seluruh aset tetap terjaga dan mudah dipertanggungjawabkan.

Namun, ia mengakui kemampuan operator kampung dalam mengoperasikan aplikasi masih beragam sehingga membutuhkan proses pendampingan.

“Harapan kami ke depannya seperti itu, cuma kita juga harus memahami kondisi operator kampung dengan kapasitas dan kemampuan yang masih terbatas,” ujarnya.

Karena itu, melalui bimtek tersebut para operator dibekali pemahaman mengenai penggunaan aplikasi Sipades versi 3.0 sekaligus tata cara pendataan dan pengelolaan aset kampung secara benar.

Selain pelatihan, DPMK juga akan memberikan pendampingan kepada seluruh operator kampung agar proses penginputan data aset dapat dilakukan secara baik, benar, dan sesuai ketentuan.

“Dengan pendampingan ini kami berharap seluruh data aset kampung dapat terdokumentasi secara lengkap sehingga pengelolaan aset menjadi semakin tertib dan akuntabel,” pungkasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *