164 Operator Kampung Ikut Bimtek Penggunaan Sipades, Tata Kelola Aset Berbasis Digital Diperkuat

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari mulai memperkuat tata kelola aset kampung melalui penerapan aplikasi Sipades versi 3.0. Upaya tersebut ditandai dengan pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Aset Kampung Berbasis Digital yang dibuka Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, Rabu (15/7).

Bimtek yang berlangsung hingga 17 Juli itu diikuti operator dari 164 kampung di Kabupaten Manokwari. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur kampung dalam mengelola aset secara tertib administrasi, transparan, akuntabel, dan berbasis digital.

Mugiyono mengatakan, di era digitalisasi dan transformasi pelayanan publik, pengelolaan aset yang tertib, lengkap, dan terukur menjadi fondasi penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan kampung yang lebih efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, kehadiran Sipades versi 3.0 merupakan langkah maju dalam mendukung modernisasi administrasi kampung. Aplikasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan aset, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memperkuat kualitas data, mempercepat pelayanan, dan meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan.

“Melalui sistem yang lebih terintegrasi, pemerintah kampung dapat bekerja lebih rapi, transparan, dan profesional dalam mengelola aset yang dimiliki,” katanya.

Namun demikian, ia mengakui pengelolaan aset kampung selama ini masih menghadapi sejumlah kendala, seperti data yang belum lengkap, pencatatan yang masih dilakukan secara manual, kurangnya integrasi antarproses, serta kesulitan dalam pemantauan dan pelaporan.

Kondisi tersebut, menurut Mugiyono, dapat menghambat upaya mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan kampung sehingga perlu dilakukan pembenahan secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, Sipades versi 3.0 menghadirkan berbagai fitur baru, seperti integrasi digital, pemantauan yang relatif real time, pelaporan otomatis, akurasi data yang lebih baik, serta kemudahan akses bagi pengguna.

“Aplikasi ini akan sangat membantu kampung-kampung di Manokwari melakukan pencatatan, pengelolaan, dan pengawasan aset secara lebih efektif dan efisien. Dengan pemanfaatan yang tepat, sistem ini akan merevolusi cara kita mengelola aset kampung dan meningkatkan kualitas layanan administrasi di tingkat kampung,” ujarnya.

Karena itu, Mugiyono meminta seluruh peserta mengikuti bimtek dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta mempraktikkan materi yang diberikan agar mampu menjadi agen perubahan di kampung masing-masing.

“Ilmu dan keterampilan yang diperoleh hendaknya segera diterapkan ketika kembali ke wilayah kerja masing-masing,” pesannya.

Ketua panitia, Melijon Appono, mengatakan bimtek yang diselenggarakan DPC APDESI Kabupaten Manokwari itu bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terhadap kebijakan pengelolaan aset desa sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus meningkatkan kemampuan operator kampung dalam mengoperasikan aplikasi Sipades versi 3.0.

Melalui pelatihan tersebut diharapkan administrasi aset kampung semakin tertib sehingga mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan kampung yang lebih baik, transparan, dan akuntabel. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *