Capaian Indikator Kinerja Makro Manokwari 2025: Kemiskinan Turun, Pengangguran Naik

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari melalui Wakil Bupati H. Mugiyono memaparkan capaian indikator kinerja makro Kabupaten Manokwari tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRK Manokwari, Kamis (7/6).

Pemaparan tersebut disampaikan dalam sidang paripurna DPRK Manokwari dengan agenda pembukaan masa sidang 2026 sekaligus penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Manokwari Tahun 2025.

Mugiyono menyampaikan bahwa berbagai indikator kinerja makro menunjukkan tren positif seiring pelaksanaan program pembangunan daerah. Namun demikian, terdapat dinamika pada beberapa indikator, di mana angka kemiskinan mengalami penurunan, sementara angka pengangguran justru meningkat.

Ia menjelaskan, capaian indikator kinerja makro tersebut merupakan hasil kerja seluruh perangkat daerah dalam mendukung tugas dan fungsi pemerintahan daerah sepanjang tahun 2025.

Adapun capaian indikator makro Kabupaten Manokwari tahun 2025 antara lain, rata-rata lama sekolah (RLS) mencapai 8,89 tahun atau meningkat dibanding tahun 2024 yang sebesar 8,67 tahun. Angka harapan hidup (AHH) berada pada 72,51 tahun, relatif sama dengan tahun sebelumnya.

Sementara itu, indeks kerukunan umat beragama meningkat menjadi 82,91 poin dari 77,5 poin pada tahun 2024. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami kenaikan menjadi 75,96 poin dari 75,15 poin pada tahun sebelumnya.

Dari sisi kesejahteraan ekonomi, angka kemiskinan turun menjadi 17,38 persen dari 18,45 persen pada tahun 2024. Namun, angka pengangguran mengalami kenaikan menjadi 5,68 persen dari 5,34 persen pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Manokwari juga menunjukkan peningkatan menjadi 3,56 persen dari 2,97 persen pada tahun 2024. Pendapatan per kapita tercatat sebesar Rp57,893 juta, naik dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp55,260 juta.

Sementara itu, indeks gini ratio sebagai indikator ketimpangan pendapatan membaik menjadi 0,338 poin dari 0,382 poin pada tahun 2024.

Mugiyono menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak, baik eksekutif maupun legislatif, serta dukungan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang harmonis antara pemerintah daerah dan DPRK Manokwari, serta dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kontribusi keberhasilan tersebut juga melibatkan jajaran pemerintahan dari tingkat kabupaten hingga kampung, serta partisipasi aktif organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi perempuan, organisasi politik, LSM, insan pers, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *