MANOKWARI, SURYA ARFAK – Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Manokwari, H. Mugiyono, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Koordinator Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Papua Barat terkait penanganan SPPG yang disuspend akibat belum memenuhi syarat Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Ia menjelaskan, pada 1 April hampir seluruh SPPG di Manokwari sempat dihentikan sementara operasionalnya. Dari total 23 SPPG yang ada, hanya dua SPPG yang tetap beroperasi karena telah memenuhi persyaratan SLHS dan IPAL.
“Yang lain dihentikan sementara karena belum memenuhi persyaratan itu. Ini memang menjadi masalah dan berdampak pada masyarakat, karena kalau tidak ada IPAL bisa berbahaya dan mencemari lingkungan sekitar,” kata Mugiyono, yang juga Wakil Bupati Manokwari, Senin (13/4/2026).
Mugiyono menegaskan bahwa kebijakan suspend tersebut merupakan langkah yang tepat demi menjaga keamanan dan kesehatan lingkungan. Ia bahkan menyatakan setuju dengan penghentian sementara operasional SPPG yang belum memenuhi ketentuan.
“Kalau tidak ada IPAL itu berbahaya sekali,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sebagian SPPG yang sebelumnya disuspend telah kembali dicabut statusnya dan dapat beroperasi kembali setelah memenuhi persyaratan. Namun hingga saat ini, masih terdapat sekitar tujuh SPPG yang masih disuspend karena belum menyelesaikan pembangunan IPAL.
Menurutnya, pemenuhan persyaratan tersebut bukan hal baru, karena sudah diberikan tenggat waktu hingga 1 April. Jika tidak dipenuhi, maka konsekuensinya adalah penghentian sementara operasional.
“Sudah lama diberikan waktu, dan mereka sudah tahu konsekuensinya. Kalau sampai batas waktu belum dipenuhi, maka disuspend,” jelasnya.
Mugiyono menambahkan, pembangunan IPAL memang membutuhkan proses, namun tetap harus dipenuhi oleh seluruh SPPG yang beroperasi.
Ia juga mengimbau sekolah-sekolah untuk sementara menunggu hingga SPPG kembali memenuhi syarat dan dapat beroperasi kembali dalam pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Yang bisa menentukan kapan kembali melayani adalah SPPG sendiri. Kalau sudah memenuhi syarat, suspend akan dicabut dan mereka kembali melayani,” katanya.
Terkait pengawasan, Mugiyono menyebut pihaknya terus berkoordinasi dan mempercayakan kepada Koordinator Regional SPPG Papua Barat. Meski demikian, Pemkab Manokwari juga berencana melakukan pengecekan langsung ke beberapa dapur SPPG sebagai sampel di lapangan.
“Kami sudah beberapa kali melakukan kunjungan, meskipun bukan sidak resmi. Ke depan kami akan turun langsung mengecek beberapa dapur sebagai sampel,” pungkasnya. (SA01)








