Hermus Indou: Pelantikan Pejabat Berdasarkan Profesionalisme dan Representasi Publik

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, menegaskan bahwa pelantikan belasan pejabat pimpinan tinggi pratama serta penyerahan surat keputusan pelaksana tugas (Plt) kepada 20-an pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manokwari dilakukan dengan mempertimbangkan dua aspek fundamental, yakni profesionalisme dan representasi publik.

Hal itu disampaikan Hermus saat pelantikan dan penyerahan SK Plt yang berlangsung, Senin (13/4/2026).

Menurut Hermus, pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari proses kaderisasi kepemimpinan yang strategis untuk penyegaran organisasi dan percepatan pencapaian visi pembangunan Kabupaten Manokwari periode 2025–2030 bersama Wakil Bupati Mugiyono.

“Rotasi, mutasi, dan promosi yang kami lakukan adalah hal yang biasa dalam dinamika birokrasi untuk memberikan ruang pengalaman baru, penyegaran tugas, serta peningkatan kinerja demi pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Hermus.

Ia menegaskan bahwa pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari konsolidasi pemerintahan daerah dalam kepemimpinannya. Langkah ini, kata dia, bertujuan meletakkan landasan yang kokoh dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Manokwari.

“Landasan yang kokoh akan terwujud jika kita memiliki para pemimpin yang profesional, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat terhadap pelayanan publik. Melalui pelantikan hari ini, kita sedang membangun fondasi kepemimpinan yang tangguh demi masa depan Manokwari yang lebih baik,” jelasnya.


Lebih lanjut, Hermus memaparkan dua aspek utama yang menjadi dasar pelantikan. Pertama, aspek profesionalisme, di mana setiap pejabat telah melalui proses penilaian ketat terhadap kompetensi, kapasitas, rekam jejak, dan kinerja.

“Saya ingin menegaskan bahwa jabatan ini diberikan kepada orang yang tepat, pada tempat yang tepat, dan pada waktu yang tepat berdasarkan kemampuan nyata, bukan karena pendekatan pribadi atau faktor primordialisme lainnya,” tegasnya.

Kedua, aspek representasi publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Manokwari merupakan milik seluruh elemen masyarakat yang majemuk dari berbagai latar belakang.

“Seluruh pejabat yang dilantik hari ini harus mampu menjadi wajah pemerintah di hadapan masyarakat. Saudara adalah representasi pemerintah dalam melayani, mengayomi, dan memberdayakan seluruh masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa para pejabat yang dilantik juga mencerminkan keberagaman suku, agama, ras, dan golongan di Kabupaten Manokwari, sehingga diharapkan mampu menjaga kepercayaan masyarakat.

“Kepercayaan publik adalah aset paling berharga. Sekali hilang, sangat sulit untuk dipulihkan. Saya meyakini saudara yang dilantik hari ini adalah pejabat terbaik yang sanggup mengemban amanah besar ini,” tandasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *