22 Kelompok Tani Manokwari Terima Bantuan Demplot TEKAD Rp2,2 Miliar

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Sebanyak 22 kelompok tani di Kabupaten Manokwari menerima bantuan dana demonstrasi plot (demplot) tahap II Tahun Anggaran 2026 melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Setiap kelompok memperoleh bantuan sebesar Rp100 juta, sehingga total bantuan yang diterima 22 kelompok tersebut mencapai Rp2,2 miliar.

Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal yang telah memberikan dukungan melalui Program TEKAD yang telah berjalan selama lima tahun.

“Pertama kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal yang memberikan bantuan kepada kelompok-kelompok tersebut melalui Program TEKAD yang sudah berjalan selama lima tahun,” kata Mugiyono, Selasa (11/8).

Menurutnya, besarnya bantuan yang diberikan harus dimanfaatkan secara tepat sesuai proposal dan potensi masing-masing kampung. Sebab, jenis usaha yang dikembangkan setiap kelompok berbeda, mulai dari peternakan, pertanian, ternak ayam hingga usaha produktif lainnya.

“Karena sudah dikasih bantuan yang cukup besar, kami berharap tim TEKAD bersama dengan kader kampung untuk memanfaatkan dana bantuan ini sesuai dengan proposal yang disampaikan karena setiap kampung berbeda-beda,” ujarnya.

Mugiyono berharap bantuan tersebut mampu mendorong transformasi ekonomi kampung. Jika program berjalan dengan baik, peningkatan aktivitas ekonomi di kampung diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok penerima manfaat.

Dia juga mengingatkan setiap kelompok untuk membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan bantuan. Setiap dana yang diterima harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.

“Setiap Rupiah bantuan harus dipertanggungjawabkan, sehingga tidak boleh lupa membuat laporan. Siapa tahu tahun depan dapat bantuan lagi karena pemanfaatannya bagus dan pelaporannya juga bagus,” katanya.

Dari 22 kelompok penerima bantuan tersebut, sebanyak 10 kelompok berada di Distrik Manokwari Utara dan mendapatkan dukungan untuk pengembangan tanaman kakao. Mugiyono menilai wilayah tersebut memiliki potensi yang baik untuk pengembangan komoditas kakao.

“Memang di Manokwari Utara cocok pengembangan kakao, semoga mereka berhasil,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Manokwari, Aswandi, mengatakan 22 kelompok tersebut merupakan hasil usulan Pemkab Manokwari kepada Kementerian Desa melalui proposal yang diajukan sebelumnya.

Kelompok penerima tersebar di Distrik Manokwari Utara, Prafi, dan Masni. Masing-masing kelompok memperoleh bantuan demplot senilai Rp100 juta dan dana tersebut dalam waktu dekat sudah dapat dimanfaatkan karena transfer telah masuk ke rekening kelompok.

“Untuk Distrik Manokwari Utara kita prioritaskan untuk pengembangan kakao, untuk Masni kita kembangkan ayam petelur, sedangkan di Prafi pengembangan UMKM,” jelas Aswandi.

Menurutnya, pengembangan demplot diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi hasil usaha masyarakat. Petani yang sebelumnya menjual produk dalam bentuk bahan mentah diharapkan ke depan mampu mengembangkan produk menjadi barang jadi.

“Kita harapkan dengan demplot itu bisa memberikan nilai tambah terhadap produksi petani, di mana yang dulunya menjual bahan mentah ke depan kita harapkan bisa menjadi barang jadi yang memberikan nilai tambah tersendiri dari produk mereka,” katanya.

Aswandi berharap kelompok penerima tidak hanya menggunakan bantuan sebagai dana yang habis dibelanjakan, tetapi mampu mengembangkan bantuan tersebut menjadi modal awal untuk usaha yang berkelanjutan.

“Itu hanya modal awal. Ada pendampingan, dan pendampingan ini agak ketat dan menyeluruh sehingga pemanfaatan bantuan itu sesuai RAB yang mereka sudah ajukan,” pungkasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *