162 Jamaah Calon Haji Ikut Manasik, Mugiyono: Manfaatkan Kesempatan Ini dengan Baik

Manokwari, SURYA ARFAK – Menunaikan ibadah haji tidak hanya memerlukan kesiapan fisik semata, tetapi juga kesiapan mental, kesiapan spiritual, dan yang tidak kalah penting adalah kesiapan ilmu.

Oleh karena itu, bimbingan manasik menjadi sangat penting dan sangat strategis agar para jamaah calon haji dapat memahami secara mendalam setiap rangkaian rukun, syarat, serta tata cara pelaksanaan ibadah haji, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

“Saya ingin menekankan kepada seluruh calon jemaah haji, manfaatkanlah kesempatan berharga ini dengan sebaik-baiknya. Dengarkan dengan saksama setiap materi dan bimbingan yang diberikan oleh para narasumber dan para pembimbing,” kata Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, saat membuka kegiatan manasik bagi jamaah calon haji kabupaten Manokwari, Rabu (23/4/2025).

Menurut Mugiyono, ibadah haji juga merupakan perjalanan spiritual yang menuntut kesabaran, keikhlasan, dan ketawakkalan yang tinggi.

“Di sana kita akan berbaur dengan jutaan umat Islam dari berbagai negara, budaya, dan bahasa. Karena itu, dibutuhkan kesiapan untuk bersikap toleran, saling menghormati, dan menjaga kekompakan,” ujarnya.

Mugiyono mengatakan bahwa jamaah calon haji sebagai duta bangsa, duta daerah, bahkan duta masyarakat Manokwari, diharapkan dapat menunjukkan akhlak mulia, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab selama menjalani ibadah haji.

“Kepada para pembimbing manasik dan seluruh jajaran panitia, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Laksanakan tugas mulia ini dengan penuh tanggung jawab, niatkan sebagai ibadah, dan berikanlah pelayanan terbaik kepada para jamaah calon haji kita,” tukasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat, Luksen Jems Mayor, mengatakan pemerintah berupaya semaksimal mungkin dalam rangka pelayanan, pembinaan, dan perlindungan kepada jamaah haji setelah melalui beberapan tahapan evaluasi yang dilakukan pada musim haji tahum lalu, sehingga segala bentuk permasalahan proses penyelenggaraan ibadah haji yang dihadapi dapat diminimalisir dan tidak kembali terulang lagi.

Menurutnya, pokok persoalan yang dihadapi saat ini yaitu adanya ketentuan perundang perundangan yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi seperti layanan masyair, perhotelan, dan transportasi bagi jamaah haji.

“Oleh karena itu, pemerintah berupaya demi kelancaran dan kemudahan jamaah haji mampu mendorong segala aspek yang mungkin bisa terjadi dan dapat merugikan jamaah itu sendiri. Mudah mudahan apa yang kita harapkan, rindukan, dan niatkan bersama dalam rangka menjalankan rukun Islam kelima dapat tercapai dan terlaksana,” katanya.

Untuk diketahui, jumlah jamaah calon haji kabupaten Manokwari yang mengikuti manasik haji sebanyak 162 orang. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *