MANOKWARI, SURYA ARFAK – Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) lebih kreatif menggali sumber-sumber pendapatan melalui pajak dan retribusi daerah untuk memperkuat pendapatan asli daerah (PAD).
Mugiyono mengatakan Bapenda merupakan salah satu perangkat daerah utama yang berperan dalam meningkatkan pemasukan daerah. Karena itu, potensi pajak dan retribusi perlu diidentifikasi dan dikelola secara optimal.
Menurutnya, salah satu potensi yang dapat didorong adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Ia mencontohkan Provinsi Jawa Barat yang menjadikan PKB sebagai salah satu sumber utama pendapatan daerah.
Ia menyebut Jawa Barat memiliki sekitar 17 juta kendaraan bermotor, namun baru sekitar 55 persen yang berhasil ditarik pajaknya. Meski demikian, penerimaan tersebut dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap kemampuan fiskal daerah.
“Kita juga perlu meniru ini dan mungkin perlu juga melakukan studi banding ke sana,” kata Mugiyono, Senin (14/9).
Mugiyono menuturkan, saat masih menjadi anggota DPRP Papua Barat, dirinya pernah melakukan studi banding ke Jawa Barat. Saat itu, APBD Jawa Barat disebut mencapai sekitar Rp38 triliun, dengan sekitar Rp33 triliun di antaranya berasal dari PAD.
“Mereka sudah mandiri dengan mengandalkan PAD. Kita di Manokwari juga harus bisa memulai dari mana yang bisa dilakukan,” ujarnya.
Selain PKB, Mugiyono menyebut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai potensi lain yang masih dapat dioptimalkan. Ia menilai masih banyak rumah, terutama di kawasan transmigrasi, yang belum menjadi objek penarikan PBB.
Menurutnya, penagihan secara langsung dan bertahap dapat memberikan tambahan penerimaan yang cukup besar. Potensi lainnya adalah pajak alat berat, mengingat terdapat banyak alat berat yang beroperasi di Kabupaten Manokwari.
“Penarikan tiga jenis pajak ini akan memperkuat fiskal daerah,” tegas Mugiyono. (SA01)








