MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari terus mengintensifkan upaya agar seluruh sekolah di daerah ini menerima dan menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, menegaskan bahwa meski belum mencapai 70 persen, Manokwari saat ini menjadi kabupaten dengan penerima MBG terbanyak di seluruh Tanah Papua.
“Walaupun belum sampai 70 persen, tapi sudah paling tinggi di Tanah Papua. Kami berharap bisa lebih tinggi, kalau bisa mendekati 100 persen,” ujar Mugiyono, Senin (17/11/2025).
Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat akan meningkatkan anggaran MBG untuk tahun depan. Tidak hanya murid, para guru juga akan mendapatkan MBG serta insentif khusus.
“Guru-guru juga akan menerima MBG, termasuk insentif. Karena mereka yang membagikan makanan, mengambil ompreng, serta mengoordinir siswa. Tapi saat ini mereka masih bekerja membantu pembagian MBG secara gratis,” jelasnya.
Sekolah 3T belum Terlayani MBG
Wabup Mugiyono juga menjelaskan bahwa sebagian sekolah di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) hingga kini belum menerima MBG karena belum adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah tersebut.
Sesuai catatan Badan Gizi Nasional (BGN), sekolah-sekolah yang belum terlayani MBG berada di distrik Tanah Rubuh, Mokwam, Masni (SP 7 hingga Sibuni), dan pulau Mansinam.
“Belum ada SPPG di wilayah-wilayah itu karena pelaksanaannya dilakukan oleh pihak swasta. Di Mokwam misalnya, jumlah penerima manfaat mungkin tidak mencapai 100 siswa. Sementara untuk naik ke gunung bangun dapur dan memasak dengan harga Rp10 ribu per porsi, itu tidak bisa,” jelasnya.
Pemerintah daerah sudah mengusulkan peningkatan nilai biaya per porsi agar memungkinkan membangun dapur di wilayah sulit, namun belum ada persetujuan dari pusat.
“Kalau bisa diserahkan ke gereja, ibu-ibu PKK, atau sekolah untuk mengelolanya. Tapi belum ada petunjuk sehingga belum bisa dilaksanakan di sana,” katanya.
Meski begitu, beberapa titik sudah menunjukkan kemajuan. Di Pulau Mansinam, investor telah siap beroperasi. Di Distrik Manokwari Utara, kini sudah ada dua dapur MBG setelah sebelumnya hanya satu. Namun untuk memenuhi kebutuhan wilayah 3T lainnya, setidaknya diperlukan penambahan dua SPPG lagi.
Dengan meningkatnya anggaran dan berbagai langkah penanganan kendala teknis, Pemkab Manokwari optimistis cakupan MBG akan terus bertambah. Pemerintah berharap seluruh sekolah, termasuk di wilayah 3T, dapat segera menerima program ini demi pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas pendidikan anak-anak Manokwari. (SA01)








