Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Manokwari Dorong Masuknya Investasi dan Menghadirkan Balai Besar Diklat Tenaga Kerja

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari berkomitmen menekan angka pengangguran dengan mendorong masuknya investasi baru serta menghadirkan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja di daerah tersebut. Kedua langkah ini dinilai strategis untuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan keterampilan generasi muda.

Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan bahwa terbatasnya lapangan kerja di berbagai sektor menjadi penyebab masih tingginya pengangguran di Manokwari. Sektor pemerintahan dan birokrasi memiliki daya tampung terbatas, sementara sektor swasta juga belum berkembang maksimal.

“Karena itu, kita berharap investasi-investasi baru bertumbuh di Kabupaten Manokwari. Keamanan dan ketertiban harus dijaga dengan baik agar investor mau berinvestasi di Manokwari,” ujar Hermus dalam talkshow “Kepemimpinan Daerah sebagai Gerbang Indonesia Emas”, Sabtu (18/10/2025).

Ia menegaskan pentingnya menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif agar investasi bisa berkembang. “Tidak boleh ada kekacauan, tidak boleh ada gangguan kamtibmas. Kita berharap daerah ini aman dan kondusif, sehingga banyak investasi masuk dan ada lapangan pekerjaan,” tambahnya.

Selain menarik investor, Pemkab Manokwari juga berupaya memperkuat sektor ekonomi rakyat melalui pemberdayaan koperasi dan pelaku UMKM. Menurut Hermus, sektor ini memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru.

“Pemberdayaan koperasi dan UMKM sangat penting karena mereka berpotensi besar memberikan kesempatan kerja. Ini akan menjadikan masyarakat sebagai pelaku pembangunan, bukan hanya objek pembangunan,” jelasnya.

Hermus menambahkan, Pemkab telah menugaskan Dinas Koperasi dan UMKM untuk melakukan pendataan terhadap pelaku usaha yang sudah berjalan. “Ke depan, bantuan tidak lagi diberikan kepada mereka yang baru memulai, tetapi kepada pelaku usaha yang sudah membuktikan diri dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain,” katanya.

Lebih lanjut, Hermus menilai bahwa salah satu faktor lain penyebab pengangguran adalah rendahnya keterampilan tenaga kerja. Untuk itu, pihaknya sedang berupaya menghadirkan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja di Kabupaten Manokwari.

“Balai ini diharapkan menjadi tempat bagi generasi muda kita yang skill-nya masih terbatas untuk dilatih, sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi diri sendiri,” ujar Hermus.

Ia juga mendorong sekolah-sekolah, khususnya SMK, agar menyiapkan program yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “Dengan demikian, begitu lulus mereka bisa langsung bekerja dan tidak menganggur,” tutup Hermus. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *