MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari memanfaatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat kampung.
Tahun ini, Kabupaten Manokwari mendapat alokasi program TEKAD pada tiga distrik, yakni Distrik Manokwari Utara, Distrik Prafi, dan Distrik Masni.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Manokwari, Aswandi, mengatakan program tersebut menjadi dukungan penting bagi daerah di tengah keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kita bersyukur Kabupaten Manokwari tidak hanya mengandalkan APBD, ada juga suntikan dana dari APBN melalui program TEKAD,” kata Aswandi, Senin (13/7).
Ia menjelaskan, setiap distrik memiliki fokus pengembangan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Distrik Manokwari Utara diarahkan untuk pengembangan tanaman kakao, Distrik Prafi melalui budidaya ikan lele sistem bioflok, sedangkan Distrik Masni mengembangkan budidaya ayam petelur.
“Untuk di Prafi bioflok lele, Masni budidaya ayam petelur, dan Manokwari Utara pengembangan tanaman kakao,” ujarnya.
Menurut Aswandi, dana program TEKAD tersebut telah disalurkan dan pihaknya akan melakukan monitoring untuk melihat perkembangan serta memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan.
“Ini sudah penyaluran. Kami mau monitoring untuk melihat perkembangan pelaksanaan program TEKAD seperti apa,” katanya.
Ia menjelaskan, program TEKAD bertujuan memperkuat pemberdayaan masyarakat kampung melalui pengembangan usaha produktif yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Ke depan, Pemkab Manokwari juga berencana membangun kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar hasil produksi dari program tersebut dapat terserap dan memberikan dampak ekonomi berkelanjutan.
“Rencana kita ke depan kalau disetujui Pak Bupati kita mau bekerja sama dengan dapur SPPG supaya hasil produksi ditampung oleh SPPG dengan harapan ada perputaran ekonomi di situ,” jelasnya.
Aswandi menambahkan, dukungan dana dari pemerintah pusat melalui program TEKAD menjadi peluang bagi Kabupaten Manokwari untuk mempercepat pengembangan ekonomi masyarakat tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD.
“Kita bersyukur dapat dana dari APBN, jadi tidak tergantung terus dari APBD karena kondisi keuangan kita juga terbatas,” pungkasnya. (SA01)








