JAYAPURA, SURYA ARFAK – Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memberikan diskon harga Avtur sebesar 10 persen bagi maskapai penerbangan yang melakukan pengisian di sejumlah bandara di wilayah Papua dan Maluku.
Kebijakan ini berlaku sejak 14 hingga 29 Maret 2026, bertepatan dengan masa persiapan dan puncak arus mudik Idulfitri. Diskon tersebut diberikan di Bandara Sentani, Bandara Frans Kaisiepo, serta Bandara Pattimura.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan kebijakan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya menghadirkan harga tiket pesawat yang lebih terjangkau bagi masyarakat selama libur Lebaran.
“Di Papua dan Maluku, pesawat bukan sekadar moda transportasi, melainkan urat nadi konektivitas. Dengan diskon Avtur ini, kami berharap maskapai dapat menyesuaikan biaya operasional sehingga berdampak pada harga tiket yang lebih terjangkau,” ujarnya, Rabu (18/3/2016).
Selain memberikan diskon, Pertamina juga memastikan ketersediaan Avtur tetap terjaga melalui 12 Aviation Fuel Terminal yang tersebar di wilayah Papua dan Maluku.
“Komitmen kami menjaga ketersediaan Avtur ini sangat penting agar konektivitas udara di timur Indonesia tetap terjaga selama masa libur Idulfitri,” tambahnya.

Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, Pertamina juga menghadirkan layanan Serambi MyPertamina di Bandara Domine Eduard Osok. Fasilitas ini menyediakan berbagai layanan seperti ruang istirahat, pengisian daya ponsel, area bermain anak, makanan ringan, hingga layanan kesehatan dan porter gratis.
“Kami ingin kehadiran Pertamina juga dirasakan melalui layanan yang memberikan kenyamanan bagi pelanggan, khususnya para pemudik,” ujar Ispiani.
Salah satu pemudik di Bandara DEO Sorong, Dina, mengaku terbantu dengan fasilitas tersebut.
“Mulai dari barang bawaan dibantu porter, di dalam juga ada ruang tunggu, anak-anak bisa bermain, ada camilan dan travel pack. Jadi menunggu pesawat lebih nyaman,” katanya.
Dengan kebijakan ini, Pertamina berharap arus mudik Lebaran di wilayah timur Indonesia dapat berjalan lancar serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat. (***/SA01)








