Perkuat Ekonomi Kreatif, Dekranasda Manokwari Kirim 10 Perajin Ikuti Pelatihan Kriya di Yogyakarta

MANOKWARI, SURYA ARFAK — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manokwari terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif dengan mengirimkan 10 perajin lokal untuk mengikuti pelatihan kriya di Yogyakarta.

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari di Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) ini mencakup berbagai bidang keterampilan, di antaranya membatik, merajut anyaman, memahat, hingga menenun. Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi perajin dalam berbagai subsektor kriya.

Selama pelatihan, para peserta akan dibimbing langsung oleh instruktur profesional dari BBKB Yogyakarta. Selain itu, mereka juga mendapatkan akses terhadap fasilitas dan peralatan berstandar guna menunjang proses pembelajaran yang optimal. Di akhir kegiatan, peserta akan memperoleh sertifikat sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang telah diperoleh.

Sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Manokwari, Dekranasda terus bergerak aktif dalam mendukung arah pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Manokwari, Hermus Indou, yang mendorong terwujudnya daerah yang berdaya saing, maju, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan potensi lokal.

Ketua Dekranasda Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam membangun kemandirian perajin berbasis kompetensi dan kreativitas.

“Pelatihan ini tidak hanya menjadi ruang peningkatan keterampilan, tetapi juga proses membentuk perajin yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing. Kami ingin perajin Manokwari mampu naik kelas dan percaya diri dalam membaca peluang pasar tanpa meninggalkan identitas budaya daerah,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Ia menambahkan, ragam pelatihan yang diikuti menjadi upaya untuk memperkaya kapasitas produksi sekaligus memperluas spektrum karya kriya daerah.

Ke depan, Dekranasda juga mendorong lahirnya sentra-sentra kriya berbasis kampung yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga ruang inovasi dan pembelajaran.

“Kita ingin membangun ekosistem kerajinan yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengemasan hingga pemasaran berbasis digital,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengembangan kriya harus diarahkan pada penciptaan identitas yang kuat dan berkelanjutan, dengan mengangkat kekayaan lokal seperti budaya Arfak dan Doreri sebagai inspirasi utama.

Menurutnya, keberlanjutan pascapelatihan menjadi kunci utama keberhasilan program, di mana peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh serta membagikannya kepada perajin lainnya.

Dengan demikian, diharapkan akan lahir perajin-perajin baru yang mandiri dan mampu memperkuat daya saing daerah, bahkan hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Pemerintah Kabupaten Manokwari bersama Dekranasda menegaskan komitmen berkelanjutan dalam pemberdayaan perajin lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah.

Melalui pelatihan ini, kerajinan kriya dan batik khas Manokwari diharapkan semakin dikenal luas sebagai identitas daerah yang bernilai budaya tinggi, sekaligus menjadi simbol kemandirian dan kebanggaan masyarakat. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *