Masyarakat Asal Papua yang Bekerja ke Luar Negeri Tahun 2025 Mencapai 250 Orang

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Minat masyarakat Papua untuk bekerja ke luar negeri terus meningkat signifikan. Data BP3MI Sulawesi Selatan mencatat, pada tahun 2025 per semester I terdapat 250 pekerja asal Papua yang berangkat secara resmi ke berbagai negara, termasuk Papua Nugini dan Selandia Baru. Jumlah ini melonjak dibanding tahun-tahun sebelumnya yang tidak mencapai 100 orang.

Kepala BP3MI Sulawesi Selatan, Dharma Saputra, mengatakan peningkatan ini merupakan hasil dari sosialisasi intensif yang dilakukan di Biak, Jayapura, dan Manokwari. Menurutnya, masyarakat dan mahasiswa keperawatan, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap peluang kerja di luar negeri.

“Banyak yang ingin tahu bagaimana cara bekerja ke luar negeri secara resmi. Karena itu pemerintah hadir memberikan informasi yang benar agar mereka tidak terjebak dalam praktik ilegal,” ujar Dharma, pada sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman bersama anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, di Manokwari, Selasa (7/10/2025).

Ia menjelaskan, bekerja ke luar negeri secara prosedural dan legal memberikan banyak keuntungan, mulai dari pendapatan yang lebih besar hingga kesempatan memperoleh pengalaman dan budaya kerja disiplin. Selain itu, pemerintah juga dapat menjamin keselamatan serta pemenuhan hak-hak pekerja yang terdaftar secara resmi.

Untuk mencegah tenaga kerja ilegal, BP3MI menggandeng berbagai pihak, termasuk imigrasi, kepolisian, dan TNI, dalam melakukan edukasi dan pengawasan di wilayah perbatasan. Langkah ini diharapkan dapat menekan angka keberangkatan ilegal yang selama ini masih terjadi.

Dharma menambahkan, per semester I 2025, BP3MI Sulawesi Selatan yang membawahi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua telah memberangkatkan 3.024 pekerja migran resmi. Angka ini meningkat drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya yang berada di bawah 1.000 orang. Dari 3.024 orang itu, 250 di antaranya berasal dari Papua.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk mendaftarkan diri melalui BP3MI atau Kementerian P2MI agar mendapat perlindungan penuh selama bekerja di luar negeri. Informasi peluang kerja resmi dapat diakses melalui laman www.kp2mi.go.id.

Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, mendorong masyarakat, khususnya lulusan perguruan tinggi di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, agar berani memanfaatkan peluang kerja di luar negeri. Menurutnya, kesempatan bagi Orang Asli Papua (OAP) masih terbuka luas, terutama di negara seperti Jerman dan Jepang.

Obet menilai, banyak warga masih bergantung pada lapangan kerja di daerah yang terbatas atau bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Padahal, bekerja ke luar negeri dapat menjadi solusi untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau tidak ada pekerjaan di sini, kenapa tidak mencoba ke luar negeri? Peluangnya besar, jangan sampai justru diambil oleh orang dari provinsi lain,” ujarnya.

Sebagai anggota DPR RI, Obet menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah membuka jalur kerja luar negeri secara legal dan aman bagi masyarakat Papua Barat. Ia mencontohkan, tenaga perawat di Jerman dapat memperoleh gaji hingga Rp35 juta per bulan, sebuah peluang yang layak dimanfaatkan oleh generasi muda Papua. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *