MANOKWARI, SURYA ARFAK — Komitmen Pemerintah Kabupaten Manokwari dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif terus diwujudkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Di bawah kepemimpinan Bupati Manokwari, Hermus Indou, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, sebanyak 10 perajin lokal binaan Dekranasda mengikuti pelatihan intensif selama lima hari di Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta.
Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan industri kriya berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat sinergi antara kebijakan daerah dan peran aktif Dekranasda dalam pembinaan perajin.
Pelatihan dilaksanakan secara intensif dengan pendekatan komprehensif dan berstandar industri. Para peserta dibimbing langsung oleh instruktur profesional dan berpengalaman, serta didukung fasilitas dan peralatan pelatihan yang lengkap guna menunjang proses pembelajaran yang optimal.

Materi pelatihan mencakup berbagai keterampilan kriya, mulai dari menenun, membatik tulis dan cap, merajut berbahan serat alami, hingga ukiran dan pahatan kayu. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang berbasis praktik agar peserta mampu mengembangkan keterampilan sekaligus menghasilkan produk yang bernilai estetika dan berdaya saing.
Dari sepuluh peserta, sebagian perajin telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dengan capaian optimal. Sementara sebagian peserta lainnya masih melanjutkan pelatihan sebagai bagian dari pengembangan bertahap dan berkelanjutan untuk memperkuat penguasaan teknik.
Pihak BBKB Yogyakarta juga memberikan perhatian khusus kepada peserta lanjutan agar mampu mendalami keterampilan dan menghasilkan karya yang lebih unggul.

Ketua Dekranasda Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, menyampaikan apresiasi atas komitmen para perajin yang mengikuti pelatihan tersebut.
“Kami menyampaikan rasa bangga atas kesungguhan para perajin yang telah mengikuti pelatihan dengan baik. Proses yang dilalui tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung dengan dukungan fasilitas berstandar, sehingga memberikan pengalaman belajar yang maksimal,” ujarnya, Sabtu (25/4).
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BBKB Yogyakarta atas komitmen dan profesionalisme dalam membina perajin Manokwari.

Salah satu peserta pelatihan, Agustinus Mandacan, mengaku sangat terbantu dengan program yang difasilitasi Dekranasda tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengalaman baru yang tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga membuka wawasan tentang standar produksi kerajinan yang lebih baik.
“Selama pelatihan kami tidak hanya belajar teknik, tetapi juga bagaimana menghasilkan produk yang rapi, berkualitas, dan memiliki nilai jual. Fasilitas yang diberikan sangat lengkap, sehingga kami bisa langsung praktik dengan baik,” ungkapnya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan setelah kembali ke Manokwari dan dibagikan kepada perajin lainnya.
“Kami ingin apa yang kami dapat di sini bisa dikembangkan di kampung, supaya lebih banyak perajin yang maju dan produk kita bisa dikenal lebih luas,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Bupati Manokwari, Hermus Indou, terus mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pembangunan daerah, dengan fokus pada peningkatan kapasitas perajin lokal.
Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberi dampak jangka pendek, tetapi juga menciptakan efek berkelanjutan melalui transfer pengetahuan, sehingga industri kriya lokal dapat tumbuh secara inklusif dan berdaya saing, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. (SA01)








