Ketersediaan Anggaran yang Memadai Menjadi Tantangan Implementasi Perda Pendidikan Gratis di Kabupaten Manokwari

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Ranperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan Gratis merupakan satu di antara Ranperda yang disetujui DPRK Manokwari untuk ditetapkan menjadi Perda pada rapat paripurna, Rabu (8/10/2025).

Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan bahwa Ranperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan Gratis di Kabupaten Manokwari merupakan realisasi dan pemenuhan janji politik pasangan Hermus Indou dan H. Mugiyono (HERO), sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manokwari, yang telah secara demokratis mendapatkan kepercayaan politik dari seluruh masyarakat di kabupaten Manokwari.

Tak hanya itu, Ranperda tersebut juga sekaligus merupakan amanah konstitusi yang diwujudkan secara nyata.

“Ranperda tentang Penyelenggaran Pendidikan Gratis adalah bukti komitmen bahwa tidak ada satupun anak Manokwari yang tertinggal karena ketiadaan biaya. Kita meyakini bahwa investasi terbaik untuk masa depan daerah dan negeri ini adalah investasi di bidang sumber daya manusia,,” katanya.

Menurut Hermus, Ranperda Pendidikan Gratis tidak hanya sekadar menghapus biaya sumbangan pembinaan pendidikan atau SPP, tetapi juga berupaya menanggung berbagai komponen vital lainnya, mulai dari buku paket, seragam, hingga kegiatan penunjang pendidikan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Tantangan kita ke depan adalah memastikan anggaran yang memadai dan pengelolaan yang akuntabel serta diiringi dengan peningkatan kualitas guru dan infrastruktur pendukung,” sebutnya.

Dengan disahkannya Ranperda ini, kata Hermus, Pemkab Manokwari sedang membangun fondasi yang kokoh untuk melahirkan generasi emas Manokwari yang cerdas, kompetitif, dan berkarakter untuk pembangunan kabupaten Manokwari di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua DPRK Manokwari, Jhoni Muid, mengatakan Ranperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan Gratis adalah wujud nyata keberpihakan pemerintah daerah kabupaten Manokwari terhadap hak dasar setiap warga negara yaitu pendidikan.

Menurut Jhoni, pendidikan gratis akan meringankan beban ekonomi orangtua dan memastikan bahwa setiap anak tanpa terkecuali memiliki akses yang sama terhadap pendidikan yang berkualitas.

“Langkah ini adalah investasi masa depan bagi daerah kita karena melalui pendidikan yang merata, kita akan melahirkan generasi yang cerdas, kompetitif, dan berkarakter,” tandasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *