MANOKWARI, SURYA ARFAK – Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI) Bethesda Syoribo merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36, Sabtu (22/8). Perayaan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi jemaat untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap perjalanan pelayanan selama 36 tahun.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Manokwari dan secara pribadi, saya menyampaikan selamat merayakan HUT ke-36 kepada seluruh keluarga besar Jemaat Bethesda Syoribo. Kiranya momentum perayaan ini menjadi kesempatan untuk mensyukuri perjalanan pelayanan sekaligus memperbarui komitmen untuk terus bertumbuh dalam iman dan pengabdian,” kata Bupati Manokwari, Hermus Indou, dalam sambutan tertulis yang disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manokwari, James Woria.
Hermus mengatakan, 36 tahun bukanlah waktu yang singkat. Jemaat Bethesda Syoribo telah melewati berbagai tantangan, dinamika, suka dan duka pelayanan. Namun, jemaat tetap berdiri dan bertumbuh serta menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan jemaat hingga saat ini menunjukkan bahwa kehidupan gereja yang dibangun di atas iman, kasih, persaudaraan, dan pengharapan kepada Tuhan mampu menghadapi berbagai tantangan dengan kekuatan dan keteguhan hati.
Hermus menegaskan, gereja tidak hanya memiliki tugas membangun kehidupan spiritual umat, tetapi juga berperan penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Gereja diharapkan menjadi teladan dalam membangun keluarga harmonis, membentuk generasi muda berkarakter, serta menanamkan nilai kejujuran, disiplin, kasih, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam konteks pembangunan Manokwari, lanjut Hermus, pemerintah daerah membutuhkan dukungan seluruh komponen masyarakat, termasuk gereja. Pembangunan tidak hanya menyangkut infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia yang memiliki iman, moral, karakter, pendidikan, kesehatan, dan kepedulian sosial.
“Karena itu, gereja dan pemerintah harus terus membangun sinergi dan kolaborasi untuk menghadirkan kehidupan masyarakat Manokwari yang semakin maju, sejahtera, aman, damai, dan bermartabat,” ujarnya.
Hermus juga mengajak keluarga besar Jemaat Bethesda Syoribo menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan golongan di Manokwari. Menurutnya, keberagaman harus dipandang sebagai kekayaan yang memperkuat persaudaraan, dengan semangat kasih, toleransi, dan hidup berdampingan secara damai.
Secara khusus, ia meminta orang tua dan seluruh jemaat memberikan perhatian terhadap generasi muda sebagai masa depan gereja, masyarakat, dan daerah. Generasi muda perlu dibekali pendidikan, iman, keterampilan, kreativitas, dan karakter agar mampu menghadapi perkembangan zaman serta terhindar dari berbagai persoalan sosial.
Hermus berharap HUT ke-36 menjadi kesempatan bagi jemaat untuk melihat kembali perjalanan pelayanan, memperbaiki kekurangan, dan menyusun langkah pelayanan yang lebih baik. Dengan semangat kebersamaan, Jemaat Bethesda Syoribo diharapkan terus bertumbuh menjadi jemaat yang kuat dalam iman, dewasa dalam pelayanan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Manokwari, kata Hermus, akan terus membuka ruang kerja sama dengan seluruh denominasi gereja dan lembaga keagamaan. Pemerintah menyadari pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri sehingga diperlukan komunikasi, kebersamaan, dan karya nyata dari gereja, keluarga, masyarakat, hingga pemerintah untuk mewujudkan Manokwari yang dicita-citakan bersama. (SA01)








