MANOKWARI, SURYA ARFAK – Hasil uji laboratorium BPOM Manokwari menemukan ada bakteri Bacillus cereus dalam makanan bergizi gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa SD Inpres 45 Arowi beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, pada 30 Juli 2025 sejumlah siswa sekolah itu terpaksa harus dirawat karena diduga keracunan usai mengonsumsi MBG. Atas dugaan itu, Dinas Kesehatan Manokwari mengambil sampel MBG tersebut untuk diuji di laboratorium BPOM Manokwari.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabbupaten Manokwari, Marthen Rantetampang, mengatakan bahwa sesuai hasil uji lab, nasi dan ayam steam pada MBG tidak memenuhi syarat.
“Begitu kami kaitkan dengan investigasi dari teman-teman tim tenaga surveilans dan tim gerak cepat baik itu provinsi, kabupaten, dan puskesmas, pengolahan makanan ini yang bisa membuat keracunan itu karena ada satu bakteri, bakteri Bacillus cereus,” kata Rantetampang, Sabtu (23/8/2025).
Menurutnya, bakteri tersebut sudah ada di makanan, sehingga jika lebih dari 6 jam makanan tidak dimakan setelah diolah, maka akan menimbulkan mual dan muntal, termasuk bisa menyebabkan diare.
“Prediksi kami bahwa ada kemungkinan jarak tempuh dan pembagian ke beberapa lokasi, akhirnya waktu tempuh yang jauh dan mungkin ke tempat lain mungkin bisa lebih dari 6 jam jadinya atau mungkin makanan cepat sampai tapi kemudian pada saat dimakan sudah lebih dari 6 jam, sehingga spora dari bakteri Bacillus cereus itu berkembang dan menjadikan orang bisa jadi toksis, keracunan,” ungkapnya.
Rantetampang berharap, MBG yang sudah diolah, sudah harus dikonsumsi oleh anak-anak sekolah sebelum 6 jam.
“Karena spora bakkteri Bacillus itu akan berkembang ketika lebih dari 6 jam. Penting kerja sama antara dapur MBG dengan pihak sekolah mengenai jam pemberian makanan kepada anak-anak, sehingga makanan juga tidak lama ditahan di sekolah,” tukasnya. (SA01)








