MANOKWARI, SURYA ARFAK – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Manokwari menggelar pelatihan teknis (Peltek) bagi masyarakat penerima manfaat Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) setelah menyerahkan dana program kepada 22 kampung di tiga distrik.
Peltek yang berlangsung 1-24 Oktober 2026 tersebut dilaksanakan DPMK Manokwari bekerja sama dengan Kementerian Desa dan melibatkan instruktur dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari.
Kepala DPMK Kabupaten Manokwari, Aswandi, mengatakan pelatihan teknis dilaksanakan di tujuh kampung yang tersebar pada tiga distrik. Kegiatan perdana dimulai 1 Oktober 2026 di Kampung Udapi Hilir, Distrik Prafi, dengan materi pembuatan pupuk kompos berbahan jerami padi.
“Pada 1 Oktober kita mulai di Kampung Udapi Hilir, Distrik Prafi dengan membuat pupuk kompos menggunakan jerami padi dengan instruktur dari Polbangtan Manokwari,” kata Aswandi, Rabu (14/10).
Menurutnya, pembuatan kompos dipilih untuk mengajarkan masyarakat memanfaatkan limbah pertanian agar dapat kembali digunakan sebagai sumber unsur hara bagi tanaman. Pemanfaatan bahan alami tersebut juga diharapkan mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dari luar.
“Kita bikin Peltek pembuatan kompos karena pertama bagaimana kita bisa memanfaatkan limbah-limbah pertanian yang pada akhirnya kita gunakan sebagai unsur hara tanaman sendiri,” ujarnya.
Selain pembuatan kompos, sejumlah materi dan kegiatan lain juga diberikan kepada masyarakat. Di antaranya pembuatan bubuk cabai, pembuatan pupuk kakao, serta pemanfaatan komoditas jagung di Kampung Bogor.
Aswandi menilai potensi usaha tersebut cukup besar apabila dikelola secara baik dan dikembangkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pengelolaan yang tepat diharapkan dapat membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya para petani.
Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian pelatihan. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar program pemberdayaan melalui TEKAD dapat memberikan manfaat secara nyata.
“Saya pikir mau selesai kegiatannya dan berjalan dengan baik, di mana masyarakat juga antusias. Jadi harapan kita program pemberdayaan kepada masyarakat itu benar-benar terlaksana,” katanya.
DPMK Manokwari berharap hasil pelatihan tidak berhenti pada kegiatan TEKAD, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Pengembangan berbagai kegiatan tersebut nantinya dapat diarahkan melalui Dana Desa dan program ketahanan ekonomi maupun pangan di kampung.
“Harapan kami dari DPMK bekerja sama dengan Kemendes melalui program TEKAD ke depannya kita akan mengaplikasikan seluruh kegiatan itu, bisa melalui Dana Desa, program kegiatan ketahanan,” pungkas Aswandi. (SA01)








