Manokwari, SURYA ARFAK – Dinas Sosial Kabupaten Manokwari pada Kamis (6/2/2015) memakamkan jenazah telantar yang ditemukan pada 1 Februari 2025 lalu di wilayah Maruni, Distrik Manokwari Selatan.
Jenazah berinisial MM alias Efendi berusia 36 tahun sebelumnya telah diidentifikasi oleh Ditkrimum Polda Papua Barat dan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, Lodwick Mandacan untuk proses lebih lanjut.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian sosial, Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Sosial Kabupaten Manokwari memastikan bahwa jenazah yang tidak memiliki keluarga atau pihak yang bertanggung jawab tetap mendapat pemakaman yang layak sesuai prosedur yang berlaku.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manokwari, Ferdy M. Lalenoh, menyampaikan bahwa pemakaman jenazah telantar merupakan bagian dari komitmen Pemkab Manokwari di bawah kepemimpinan Bupati Hermus Indou dalam memberikan perhatian kepada seluruh warga, termasuk mereka yang berada dalam kondisi telantar.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa setiap warga, termasuk yang tidak memiliki keluarga atau pihak yang bertanggung jawab, mendapatkan haknya hingga akhir hayat. Ini adalah bentuk komitmen dan perhatian Pemerintah Kabupaten Manokwari dalam menjamin pemakaman yang layak bagi setiap individu,” katanya.
Lalenoh juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung proses tersebut, terutama Ditkrimum Polda Papua Barat dan Rumah Sakit Bhayangkara, Lodwick Mandacan, atas kerja sama yang baik dalam menangani jenazah itu.

Sementara itu, P.S Kanit Identifikasi Ditkrimum Polda Papua Barat, AIPTU I Ketut Juniarmo, S.H, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemkab Manokwari, khususnya Dinas Sosial Kabupaten Manokwari, atas perhatian dan koordinasi yang baik dalam menangani pemakaman jenazah telantar tersebut.
“Kami mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Manokwari dalam memastikan jenazah ini mendapat pemakaman yang layak. Ini adalah wujud sinergi yang baik antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam menangani permasalahan sosial di masyarakat,” ungkapnya.
Dengan adanya kerja sama antara berbagai pihak, diharapkan setiap individu yang mengalami kondisi serupa tetap mendapatkan perlakuan yang manusiawi dan bermartabat.(SA01)








