Dinas Pendidikan dan Kesehatan Diminta Gali Informasi Akurat Persoalan di Lapangan

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari Hermus Indou meminta Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan menggelar rapat koordinasi pembangunan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di bidang masing-masing.

Hermus mengatakan rapat tersebut penting untuk memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai persoalan pendidikan dan kesehatan di lapangan. Sebab, masih dimungkinkan terdapat persoalan yang belum diketahui pemerintah daerah dan perlu segera ditangani.

“Begitu, supaya kerja kita tidak parsial. Kita urus ini sementara masih ada masalah yang belum kita tangani. Ini penting diurus,” kata Hermus dalam rapat koordinasi bersama pimpinan perangkat daerah, Senin (14/9).

Menurutnya, koordinasi lintas pemangku kepentingan diperlukan agar penanganan sektor pendidikan dan kesehatan tidak berjalan sendiri-sendiri. Informasi dari lapangan juga menjadi bahan penting dalam menentukan kebijakan dan program pembangunan.

Khusus bidang kesehatan, Hermus meminta Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan Bappeda serta Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) untuk segera menindaklanjuti Perda tentang Pelayanan Kesehatan Gratis atau Jamkesda.

Ia menegaskan pelayanan kesehatan gratis merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Manokwari periode 2025-2030. Karena itu, program tersebut harus dipersiapkan dan diwujudkan secara serius.

“Jangan sampai pendidikan gratis jalan, tapi pelayanan kesehatan gratis tidak jalan,” tegasnya.

Hermus menjelaskan Pemkab Manokwari saat ini juga menjamin masyarakat melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Namun, masih terdapat sejumlah komponen pelayanan yang belum ditanggung dalam program JKN sehingga perlu diatur melalui kebijakan pelayanan kesehatan gratis daerah.

Ia juga meminta dilakukan harmonisasi antara pelayanan kesehatan gratis dengan program Papua Barat Sehat agar pelaksanaannya tidak tumpang tindih. “Kalau ini masalahnya bisa kita pikul sama-sama, saya kira ini menjadi ringan. Pelayanan kesehatan pun bisa kita tuntaskan di Kabupaten Manokwari,” ujarnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *