MANOKWARI, SURYA ARFAK – Anggota DPR RI, Daniel Johan, atas nama Ketua Umum DPP PKB, mengukuhkan pengurus DPW PKB Provinsi Papua Barat periode 2026–2031, Kamis (12/2/2026). Momentum ini ditegaskan bukan sekadar seremoni, tetapi penegasan arah politik PKB ke depan.
“Pengukuhan ini adalah penegasan arah politik PKB, apakah kita menjadi partai biasa atau partai luar biasa dalam pengabdian kepada rakyat dan Indonesia,” ujar Daniel.
Ia menegaskan, PKB harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan rakyat. PKB tidak boleh hanya menjadi peserta pemilu, tetapi harus menjadi kekuatan politik yang memimpin, menginspirasi, menggerakkan perubahan, dan memikul tanggung jawab kebangsaan.
Menurutnya, PKB membutuhkan kader yang bukan hanya politisi, tetapi pemimpin yang berorientasi pada tanggung jawab, bahkan negarawan yang memikirkan masa depan bangsa. Kemenangan pemilu, katanya, bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan kewajiban politik partai agar nilai dan gagasan PKB dapat diwujudkan.
Daniel juga menekankan pentingnya penguatan struktur partai hingga ke tingkat paling bawah. “PKB tidak bisa menang hanya dengan elit. Struktur harus hidup sampai desa dan basis rakyat. Pengurus harus dikenal karena kehadirannya di tengah rakyat, bukan karena baliho,” tegasnya.
Ia mengingatkan seluruh kader menjaga etika dan kepercayaan publik. “Kepercayaan rakyat itu seperti udara bagi partai. Sekali rusak, sulit kembali utuh. Karena itu, kader PKB harus menjadi teladan,” ujarnya.
PKB, lanjut Daniel, juga tidak boleh hanya mengkritik, tetapi wajib menawarkan solusi konkret dalam isu ekonomi rakyat, keadilan sosial, dan persatuan dalam keberagaman. Perbedaan pendapat di internal partai dinilai wajar, namun setelah keputusan diambil, seluruh kader harus bergerak dalam satu barisan.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Papua Barat, Iskandar Tassa, mengatakan pengukuhan dirangkaikan dengan orientasi politik dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PKB Papua Barat. Kegiatan ini disebut sebagai langkah strategis membangkitkan semangat perjuangan kader.
“PKB adalah rumah besar kita bersama, terutama bagi generasi muda. Tunjukkan integritas, loyalitas, dan kerja nyata karena dari sinilah masa depan PKB dibangun,” katanya.
Ia menjelaskan, orientasi politik PKB mencakup pendidikan politik, penguatan ideologi, penataan manajemen dan administrasi partai, penguatan struktur organisasi, serta peningkatan kualitas kader. Sementara Muskerwil menjadi forum evaluasi dan penataan kelembagaan sebagai persiapan menghadapi agenda politik ke depan.
“PKB harus terus menjaga kepercayaan rakyat dan menawarkan solusi konstruktif untuk melahirkan pemimpin serta memenangkan kontestasi politik secara bermartabat,” tutupnya.
Hadir pada kesempatan itu, Bupati Manokwari, Hermus Indou; pimpinan partai politik; para ketua DPD PKB kabupaten se-Papua Barat; Badan Otonom PKB; serta undangan lainnya. (SA01)








