MANOKWARI, SURYA ARFAK — Dalam balutan kehangatan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Bupati Manokwari, Hermus Indou, S.IP., M.H., menghadirkan silaturahmi bukan sekadar sebagai tradisi tahunan, tetapi sebagai manifestasi kepemimpinan yang merangkul, menyatukan, dan meneguhkan nilai-nilai kebersamaan.
Di tengah suasana yang penuh kedamaian, komitmen untuk merawat harmoni di tengah keberagaman kembali ditegaskan dengan penuh ketulusan. Momentum Idul Fitri dimaknai sebagai ruang untuk mempererat relasi sosial sekaligus memperkuat fondasi persaudaraan lintas elemen.
Dalam rangkaian kunjungan silaturahmi, Bupati Manokwari bertemu dengan Wakil Bupati Manokwari, Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, sejumlah anggota legislatif DPRK Manokwari, serta tokoh-tokoh agama Islam di Kabupaten Manokwari. Dalam setiap kesempatan, ia turut didampingi istrinya, Febelina Indou, yang juga menjabat sebagai Ketua TP-PKK Kabupaten Manokwari.
Lebih dari sekadar agenda seremonial, kegiatan tersebut menjadi representasi nyata arah kepemimpinan yang menempatkan toleransi dan moderasi beragama sebagai pilar utama dalam kehidupan bermasyarakat. Kabupaten Manokwari yang dikenal sebagai Kota Injil tidak hanya menjadi pusat kehidupan umat Nasrani, tetapi juga rumah bersama bagi seluruh masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya.
Dalam kesempatan itu, Hermus Indou menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga dan dirawat secara kolektif.
“Manokwari adalah rumah kita bersama. Di atas perbedaan, kita dipersatukan oleh nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan. Toleransi dan moderasi antarumat beragama harus terus kita rawat, karena dari situlah lahir kedamaian dan persaudaraan yang kokoh,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, pemerintah daerah akan terus menunjukkan komitmen kuat dan berkelanjutan dalam mendorong moderasi antarumat beragama sebagai fondasi strategis pembangunan daerah.
Menurutnya, komitmen tersebut menjadi kunci utama dalam menciptakan stabilitas sosial, memperkuat koneksi masyarakat, serta mendukung pertumbuhan dan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Manokwari.
Semangat Idul Fitri diharapkan tidak berhenti pada perayaan semata, melainkan menjadi energi kolektif untuk memperkuat kebersamaan, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta membuka ruang dialog yang harmonis dalam kehidupan sosial yang majemuk.
Hal ini sejalan dengan tagline “Manokwari untuk Semua, Semua untuk Manokwari” yang terus digaungkan sebagai komitmen bersama dalam membangun daerah yang inklusif, aman, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di penghujung kegiatan, Bupati Manokwari turut menyampaikan ucapan kepada seluruh umat Muslim yang merayakan Idul Fitri.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.” (SA01)








