MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari Hermus Indou mengimbau seluruh orang tua di Kabupaten Manokwari untuk membawa anak mendapatkan imunisasi campak-rubela secara gratis sebagai langkah pencegahan terhadap meningkatnya kasus campak di daerah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Manokwari akan melaksanakan imunisasi campak-rubela secara gratis pada 5 hingga 17 Oktober 2026. Imunisasi tersebut menyasar anak usia 9 bulan sampai di bawah 5 tahun.
Hermus mengatakan imunisasi menjadi salah satu upaya penting untuk melindungi anak dari penyakit campak dan rubela yang dapat menimbulkan komplikasi serius.
“Saat ini terjadi peningkatan kasus sarampa atau campak di Kabupaten Manokwari. Campak sangat mudah menular melalui percikan batuk dan bersin serta dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak,” demikian imbauan Bupati Hermus.
Menurutnya, pencegahan melalui imunisasi perlu mendapat perhatian bersama karena campak dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti radang paru-paru (pneumonia), diare berat, radang otak atau ensefalitis, kebutaan, tuli, hingga gizi buruk dan kematian.
Selain campak, imunisasi juga ditujukan untuk mencegah rubela yang berbahaya apabila terjadi pada ibu hamil karena dapat berdampak terhadap janin.
Rubela pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir meninggal, kelainan jantung bawaan, katarak, tuli, hingga gangguan perkembangan otak pada bayi.
Hermus mengajak orang tua membawa anak yang berusia 9 bulan sampai di bawah 5 tahun ke Posyandu, balai kampung, atau sekolah PAUD terdekat di wilayah masing-masing untuk mendapatkan imunisasi.
Bahkan, anak yang sebelumnya sudah pernah mendapatkan imunisasi campak-rubela tetap dapat diberikan imunisasi dalam kegiatan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) tersebut.
Pemerintah Kabupaten Manokwari juga mengimbau masyarakat segera membawa anak ke Puskesmas terdekat apabila mengalami demam yang disertai ruam atau bintik merah pada kulit.
“Mari bersama kita jaga anak-anak Manokwari. Anak sehat, Manokwari kuat, Papua Barat maju,” kata Hermus.
Untuk informasi dan penanganan lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi nomor 0821 3030 3200 atau mendatangi Puskesmas terdekat. (SA01)








