Manokwari, SURYA ARFAK – Pemkab Manokwari masih menghadapi sejumlah permasalahan dan tantangan yang mempengaruhi pencapaian pembangunan daerah. Hal itu diungkap Bupati Manokwari, Hermus Indou, pada pembukaan Musrenbang RKPD Kabupaten Manokwari tahun 2026.
Menurut Hermus, permasalahan dan tantangan yang masih dihadapi kabupaten Manokwari di antaranya pertama, tingkat kemiskinan yang masih relatif tinggi, terutama pada kelompok masyarakat asli Papua di kampung, distrik, dan kawasan kumuh perkotaan.
Kedua, rendahnya kualitas dan daya saing SDM akibat keterbatasan akses dan mutu layanan pendidikan dan kesehatan, masih tingginya angka prevalensi stunting, belum optimalnya pemberdayaan tenaga kerja lokal, perempuan dan perlindungan anak serta kepemudaan.
Ketiga, kata Hermus yakni keterbatasan dan kesenjangan infrastruktur antar wilayah, terutama konektivitas jalan dan pelayanan dasar di distrik dan kampung.
“Berikut adalah lemahnya daya saing dan produktivitas ekonomi lokal, termasuk keterbatasan kapasitas UMKM, koperasi, serta minimnya akses terhadap pembiayaan dan pasar,” ujarnya.
Kelima, yakni degradasi lingkungan dan meningkatnya risiko bencana, seperti banjir, longsor, dan pencemaran lingkungan akibat tata ruang yang belum terkendali.
“Dan berikut adalah belum optimalnya tata kelola dana Otonomi Khusus Papua dalam menjangkau kelompok masyarakat asli secara adil dan berkelanjutan,” tuturnya.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, menurut Hermus, Pemkab Manokwari telah menetapkan visi dan misi pembangunan daerah pada RPJMD 2025-2030.
Visi Pembangunan daerah, kata Hermus yakni “transformasi pembangunan daerah yang berkelanjutan untuk mewujudkan Manokwari yang berperadaban maju, berdaya saing, mandiri, sejahtera dalam bingkai Otonomi Khusus Papua dan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
Visi tersebut akan dicapai melalui delapan misi yang mencakup semua aspek pembangunan daerah. (SA01)








